Monday, October 6, 2014

PPP akhiri gempuran konflik, SDA harus Islah lewat Muktamar

PPP akhiri gempuran konflik, SDA harus Islah lewat Muktamar




LENSAINDONESIA.COM: Krisis PPP akibat digempur konflik internal dirasa sangat menghambat gerak PPP dalam dinamika politik jelang pemerintah baru Jokowi-JK. Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Fernita Darwis menegaskan, jika menginginkan Islah, agenda Muktamar adalah jalan elegan untuk mengembalikan kejayaan partai.


“Muktamar adalah ajang silaturahmi dan forum musyawarah tertinggi di partai. Maka, jika menginginkan Islah, maka hanya lewat Muktamar,” kata Fernita kepada LICOM saat dihubungi di Jakarta, Senin (6/10/2014).


Baca juga: PPP semakin panas, kubu Suryadharma Ali perkuat kosolidasi DPC dan DPW dan Meng-counter gerakan SDA kumpulkan DPC, DPW PPP Jatim gelar Rapimwil


Menurut Fernita, bahwa Muktamar yang dimaksud adalah Muktamar VIII pada 23 Oktober 2014. Maka, sebagai pelaksanaan tugas tersebut, adalah pengurus pusat.


“Muktamar dilaksanakan oleh DPP dan hantarkan oleh Ketua Umum sebagai Penanggungjawab DPP PPP, Ketua Umum-nya adalah yang sah dan juga dipilih Muktamar sebelumnya,” jelas Fernita.


Menurutnya, Muktamar 23 Oktober mendatang, merupakan forum yang diatur di dalam AD /ART untuk menyelesaikan periodesasi Ketua Umum Suryadharma Ali (SDA) yang akan meletakan jabatannya.


“Dan dipertanggunggjawabkan di hadapan seluruh perwakilan anggota Partai dari seluruh Indonesia,” terangnya.


Dia kembali menegaskan, Muktamar merupakan jalan terbaik untuk menyatukan perbedaan dan membangkitkan kembali kejayaan partai persatuan pembangunan.


“Karenanya, lewat forum Muktamar Kedaulatan Partai dilaksanakan sepenuhnya oleh Anggota Partai, bukan oleh beberapa segelintir orang di pusat (sesuai UU Partai Politik No 2/2011 red.),” tandasnya. @endang


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment