LENSAINDONESIA.COM: Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis pertamax di Kabupaten Jember, Jawa Timur, meningkat pasca kenaikan harga premium dan solar bersubsidi.
Supervisor SPBU Jalan Gajahmada Jember Iwan Hendarto mengatakan, meningkatnya konsumsi pertamax terjadi cukup signifikan, bahkan mencapai 100 persen.
Baca juga: Kebutuhan Pertamax di Tulungagung meningkat 150 persen dan PMII kecam kekerasan aparat terhadap mahasiswa di kantor Pertamina
“Terjadi kenaikan hingga 100 persen selama beberapa hari terakhir untuk pembelian pertamax,” kata Supervisor SPBU Jalan Gajahmada Jember Iwan Hendarto, Selasa (25/11/2015).
Menurut dia, konsumsi pertamax di SPBU 5468104 biasanya sebanyak 700 hingga 800 liter per hari, namun setelah kenaikan BBM bersubsidi meningkat menjadi 1.500 liter per harinya.
“Harga pertamax mulai hari ini juga turun dari Rp10.800 menjadi Rp10.600 per liter, sehingga diprediksi konsumsi BBM nonsubsidi tersebut terus meningkat seiring dengan turunnya harga pertamax,” tuturnya.
Ia menjelaskan turunnya harga pertamax berdasarkan harga minyak dunia, sehingga Pertamina menyesuaikan harga tersebut dan pihak SPBU juga menurunkan harganya.
“Kendati terjadi peningkatan konsumsi, kami tidak sampai kehabisan stok pertamax karena distribusi BBM dari Tanjungwangi Banyuwangi ke SPBU di Jember berjalan lancar,” paparnya.@ant
0 comments:
Post a Comment