LENSAINDONESIA.COM: Satu regu anggota TNI AD Batalyon Infanteri 134/TS yang menyerbu Mako Brimob Polda Kepulauan Riau di Batam, saat ini sedang dikurung di markas dengan penjagaan ketat puluhan anggota Provost.
Menurut Kapuspenkum TNI ujar Mayjen TNI Fuad Basya, satu regu Batalyon Infanteri 134 yang melakukan penyerbuan ke Mako Brimob Polda Kepulauan Riau saat ini masih diamankan sambil menunggu hasil investigasi. “Untuk sanksi yang akan diberikan, masih menunggu hasil investigasi dan proses hukumnya terlebih dahulu,” tegasnya.
Baca juga: Satu anggota Yonif 134 tewas tertembak dalam penyerangan Mako Brimob dan Baku tembak di Batam, Panglima TNI-Kapolri harus kampanye budaya malu
Hingga saat ini Mayjend TNI Fuad Basya masih menunggu hasil pertemuan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dengan Kapolri Jenderal Pol Sutarman di Batam, untuk menhetahui perkembangan situasi akibat baku tembak Batalyon Infanteri 134 vs Brimob Polda Kepulauan Riau. “Kami masih menunggu laporan KASAD terkaitb situasi terakhir di lokasi,” jelasnya.
Sementara Humas Korem TNI AD 033 Wira Pratama Mayor Infantri Jhony Tambunan juga memberikan keterangan senada. “Satu regu anggota TNI AD yang melakukan penembakan ke markas Brimob saat ini sudah ditarik ke barak sambil menunggu hasil investigasi,” tegasnya.
Seperti diberitakan Lensa Indonesia, anggota TNI AD dari Batalyon Infanteri 134 dan Brimob Polda Kepulauan Riau kembali terlibat perselisihan yang berujung baku tembak. Pemicunya sepele, yakni adu mulut di kios BBM.
Perselisihan antara anggota Batalyon Infanteri 134 dan personel Brimob terjadi di depan Markas Brimob, Rabu (19/11/2014). Baku tembak dua aparat negara ini berawal saat dua anggota TNI berpangkat Pratu dan Praka bertemu dua anggota Brimob di kios bensin eceran Jl Trans Barelang, Kecamatan Sagulum. Entah kenapa mereka terlibat adu mulut.
Pertengkaran mulut itu berujung pada baku tembak di Markas Brimob Polda Kepulauan Riau pada Rabu (19/11/2014) malam. Dikabarkan salah satu anggota TNI AD Batalyon Infanteri 134 mengalami luka tembak. Belum diketahui nama anggota TNI tersebut. Korban langsung dibawa ke Rumah Sakit RSUD Embung Fatimah, Batu Aji, Batam.
Satu anggota TNI AD Batalyon Infanteri 134, Praka JK Marpaung, dikabarkan tewas akibat luka tembak di dada dan pundak akibat peristiwa ini. @andiono
0 comments:
Post a Comment