LENSAINDONESIA.COM: Merasa tak mampu dalam Cabang Olahraga (Cabor) atletik, Gresik tak memaksakan diri menjadi yang terdepan dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2015 di Banyuwangi nanti. Dalam Porprov Jatim 2015, Gresik hanya menargetkan raihan minimal dua medali perak bukan medali emas.
Pelatih Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Gresik, M Sodiq, mengakui kekuatan timnya sangat minim, masih kalah jauh jika dibandingkan dengan daerah lain seperti Kediri, Malang, Surabaya dan Banyuwangi. “Kami mungkin lapisan kelima dalam cabang atletik,” ujarnya.
Baca juga: KONI Jatim tinjau kesiapan tuan rumah Porprov 2015 dan Tim sepakbola Jatim yakin bisa berprestasi dalam Porprov Banyuwangi
M Sodiq menambahkan, target itu sudah realitis bila melihat komposisi atlet daerah lain yang memiliki andalan dan sudah berpengalaman. Selain itu usia atlet juga cukup matang atau rata-rata masih kelahiran tahun 2000, dengan kata lain masih duduk dibangku SMP. “Itu masih hitungan di atas kertas, sejatinya kami tetap berusaha dan tidak akan menyerah untuk mengukur seberapa tingkat kami dalam Porprov Jatim 2015 nanti,” imbuhnya.
Hingga sampai saat ini, pihaknya sudah mengajukan 22 atlet ke KONI Gresik. Hanya saja, jumlah atlet itu bisa berkurang tergantung pada peluang medali yang akan didapatkan, serta kondisi fisik atlet yang bakal diturunkan dalam Porprov Jatim 2015 di Banyuwangi. “Untuk saat ini, para atlet itu berlatih sendiri-sendiri sesuai domisili. Namun pertengahan April nanti, kami akan fokus latihan bersama,” paparnya.
Dengan kekuatan 20 atlet, pihaknya berharap bisa mempertahankan hasil Porprov 2013 di Madiun, yang berhasil meraih dua perak dan dua perunggu. Sedangkan urusan target peringkat, Gresik berusaha lebih baik dan masuk enam besar. “Peluang meraih perak ada di nomor estafet 4×100 m dan 4×400 m putri, serta di nomor lempar martil. Dengan kekuatan yang ada, kami berharap bisa masuk enam besar di Porprov Jatim 2015,” pungkasnya. @angga_lensa
0 comments:
Post a Comment