LENSAINDONESIA.COM: Nama Deputi Kantor Staf Kepresidenan Yanuar Nugroho, mendadak tenar setelah politikus Nasdem Akbar Faizal mengiriminya pesan yang bocor ke media sosial.
Ia menjadi salah satu penerima surat terbuka dari Akbar, yang juga mantan deputi di Tim Transisi Presiden Joko Widodo.
Baca juga: Yanuar enggan tanggapi lulusan Harvard masuk Kastaf Kepresidenan dan Ini curhatan mantan Tim Transisi JKW-JK soal aksi Luhut Panjaitan
Selain Yanuar, sebenarnya ada nama-nama lain seperti Darmawan Prasodjo, Purbaya Yudhi Sadewa dan Eko Sulistyo yang sudah dilantik Luhut pada Kamis (2/4/2015) lalu Auditorium Gedung III Sekretariat Negara.
Darmawan dilantik sebagai Deputi I Bidang Monitoring dan Evaluasi, Yanuar Nugroho dilantik sebagai Deputi II Bidang Pengelolaan dan Kajian Program Prioritas, Yudi Sadewa sebagai Deputi III Bidang Pengelolaan Isu Strategis dan Deputi IV BIdang Komunikasi Politik dan Disemisal Informasi dipegang Eko Sulistyo.
Tidak ada yang tahu kenapa pria yang lahir 15 Januari 1972 itu disasar oleh Akbar Faizal. Namun, sosok ini sendiri memiliki prestasi gemilang sebelum pulang ke Indonesia.
Yanuar adalah dosen dan peneliti di Manchester Institute of Innovation Research, Manchester Business School (MBS).
Alumni Tehnik Industri ITB itu adalah peraih Hallsworth Fellowship Award, yang merupakan penghargaan internasional bergengsi di bidang ekonomi dan politik di Inggris.
Dia merupakan orang Asia pertama penerima penghargaan tersebut. Menyelesaikan master di Inggris 2001 dengan presidikat Cum Laude. Dia ditawari beasaiswa doktoral, tapi karena terikat kontrak dengan pemberi beasiswa dia kembali ke Indonesia.
Pada 2004, Yanuar kembali ke Inggris dan mengambil doktoral di Universitas Mancheseter dan menyelesaikan studi dengan cepat.
Sebelum sidang PhD, dia sempat pulang ke tanah air melamar dosen di berbagai perguruan tinggi Tanah Air tapi tak ada yang berminat. Akhirnya dia kembali ke Inggris dan sebagai lulusan tercepat dia justru mendapat tawaran dari Manchester untuk mengajar.
Kini dia masuk lingkungan istana, dan ini sebenarnya bukan hal baru baginya. Saat dia menikmati gaji besar di Inggris, 2012, dia diundang Ketua Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) Kuntoro Mangkusubroto pulang ke Indonesia.
Dari pertemuan itu, peneliti dan pengajar yang mendapat predikat akademisi terbaik se-Universitas Manchester pada 2009 ditawari untuk bergabung menjadi asisten ahli kepala UKP4, dan dia menerimanya.
Sejak saat itu dia bergabung dengan UKP4 sebagai staf ahli. Meski begitu MBS belum mau melepaskan Yanuar dan tetap berstatus dipinjamkan.
Tapi dengan berjalannya waktu akhirnya MBS mau melepas dengan catatan Yanuar tetap masih mengajar sebagai dosen tamu (visiting professor).
Dengan berakhirnya pemerintahan SBY, berakhirlah riwayat UKP4 yang kini berubah wujud menjadi lembaga yang dipimpin Kepala Staf Kepresidenan.
Nama Yanuar kembali muncul dalam deretan orang penting di lembaga baru ini. @sita
0 comments:
Post a Comment