Monday, April 6, 2015

Percuma ngeluh ke DPRD, warga Garut kesulitan gas 3Kg, harga mencekik

Percuma ngeluh ke DPRD, warga Garut kesulitan gas 3Kg, harga mencekik




LENSAINDONESIA.COM: Warga Kecamatan Talegong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, menge- luhkan, mahalnya harga Gas 3Kg, yang harganya mencapai Rp30 ribu. Itu pun kalau ba- rangnya ada. Bahkan, warga kerap mendapatkan Gas dengan harus mencari ke daerah Pa- ngalengan, Bandung.


Keluhan kelangkaan gas ini pun sudah disampaikan ke DPRD Kabupaten Garut. Tapi, warga seperti merasa percuma punya wakil rakyat, karena tak banyak bisa menolong kesulitan masyarakat menghadapi permainan harga bahan dasar bagi hajat hidup masya- rakat di Kabupaten Garut.


Baca juga: Disdukcapil Garut tak punya blanko Kartu Keluarga dan PSK 'Ayam' Garut bebas mangkal di Rumdin Bupati, tarif Rp200 ribu


“Selain harganya mahal, Gas yang berwarna melon sulit didapat,” keluh Yan Fajari (32), warga Kecamatan Talegong, Minggu (5/4/2015).


Menurutnya, meskipun harganya mahal, masyarakat kerap membelinya, karena Gas terse- but sangat dibutuhkan untuk kebutuhan rumah warga, seperti memasak nasi, memasak air dan yang lainnya.


“Saya tidak mengetahui apa yang menjadi penyebab mahalnya harga Gas ukuran 3 Kg ini, apakah dipicu kelangkaan atau sengaja harganya mahal. setahu saya, harga untuk Gas ini berkisar sampai Rp 20 ribu, karena harga dari pangkalan Rp 16.500,” tuturnya.


Dirinya menduga, selama ini banyak para pengecer yang menjual harga tinggi karena tidak ada harga pokok yang mesti dijual oleh pengecer. Berbeda dengan pangkalan yang diharuskan menjual Rp16.500 sesuai dengan HET.


“Tingginya harga jual untuk Gas ini telah disampaikan kepada Anggota DPRD Garut, saat melaksanakan kegiatan reses,” ungkap Yayan.


Dirinya meminta, pihak Pemkab Garut untuk segera melakukan operasi pasar, terkait kelangkaan Gas LPG ukuran 3 Kg ini, soalnya kasihan masyarakat untuk bisa mendapat- kannya mesti berangkat ke daerah Bandung. @taufiq_akbar


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment