Thursday, April 2, 2015

Polisi jaring 29 PSK, dua di antaranya positif HIV/AIDS

Polisi jaring 29 PSK, dua di antaranya positif HIV/AIDS




LENSAINDONESIA.COM: Sebanyak 29 pekerja seks komersial dan satu mucikari dijaring dari warung remang-remang dalam razia yang dilakukan Polres Madiun.


Warung remang-remang yang dirazia berada di sepanjang ringroad wilayah wilangan Saradan atau di sekitar perbatasan antara Madiun – Nganjuk Jawa Timur.


Baca juga: Satpol PP amankan lima pasangan mesum dalam razia hotel dan 50 PSK pengidap HIV menyebar di sejumlah tempat hiburan


Wakapolres Madiun Kompol Mohammad Baderi menjelaskan bahwa kegiatan ini

memang kegiatan rutin yang sering dilakukan oleh Polres Madiun guna cipta

kondisi ketertiban dan keamanan dalam masyarakat.


“Ini operasi rutin, selain itu kita juga mengemban amanah amal ma’ruf nahi mungkar, jadi ada indikasi ada perilaku yang menyimpang di perbatasan antara Ngajuk dengan Madiun yaitu keberadaan warung remang remang yang dijadikan tempat ada karaoke serta ada tempat untuk portitusi jadi kami melakukan penindakan kemudian langkah kami menyerahkan ke pemerintah Kabupaten,” terang Kompol Mohammad Badri pada lensaindonesia.com, kamis (2/4/2015).


Pihak Polres Madiun akhirnya menyerahkan semuanya hasil razia para wanita

pekerja seks komersial serta mucikari kepada dinas sosial kabupaten Madiun

untuk didata dan dikirim ke panti rehabilitasi Kediri.


Namun sebelum diserahkan dilakukan tes kesehatannya terlebih dahulu. Diketahui dua di antaranya mengidap HIV AIDS.


“Dua orang yang berasal dari Nganjuk dan Grobokan Jawa Tengah dengan inisial Y dan N positif terinfeksi HIV AIDS,” bebernya.


Sementara itu, Kasi Penyuluhan dan Bimbingan Sosial Dinsosnakertrans

Kabupaten Madiun Sugito mengatakan pihaknya juga akan mendata terlebih

dahulu nama dan alamat para PSK tersebut. Dikhawatirkan pasca lokalisasi Gude tutup, para PSK tersebut eksodus ke warung remang remang tersebut.


“Ya akan kita data ulang dulu apakah mereka ini ada yang dulu pernah di

lokalisasi Gude atau tidak karena pasca penutupan lokasi gude dikuatirkan

banyak yang exsodus,” kata Sugito. @dhimaz_adi


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment