LENSAINDONESIA.COM: Sebanyak 29 pekerja seks komersial dan satu mucikari dijaring dari warung remang-remang dalam razia yang dilakukan Polres Madiun.
Warung remang-remang yang dirazia berada di sepanjang ringroad wilayah wilangan Saradan atau di sekitar perbatasan antara Madiun – Nganjuk Jawa Timur.
Baca juga: Satpol PP amankan lima pasangan mesum dalam razia hotel dan 50 PSK pengidap HIV menyebar di sejumlah tempat hiburan
Wakapolres Madiun Kompol Mohammad Baderi menjelaskan bahwa kegiatan ini
memang kegiatan rutin yang sering dilakukan oleh Polres Madiun guna cipta
kondisi ketertiban dan keamanan dalam masyarakat.
“Ini operasi rutin, selain itu kita juga mengemban amanah amal ma’ruf nahi mungkar, jadi ada indikasi ada perilaku yang menyimpang di perbatasan antara Ngajuk dengan Madiun yaitu keberadaan warung remang remang yang dijadikan tempat ada karaoke serta ada tempat untuk portitusi jadi kami melakukan penindakan kemudian langkah kami menyerahkan ke pemerintah Kabupaten,” terang Kompol Mohammad Badri pada lensaindonesia.com, kamis (2/4/2015).
Pihak Polres Madiun akhirnya menyerahkan semuanya hasil razia para wanita
pekerja seks komersial serta mucikari kepada dinas sosial kabupaten Madiun
untuk didata dan dikirim ke panti rehabilitasi Kediri.
Namun sebelum diserahkan dilakukan tes kesehatannya terlebih dahulu. Diketahui dua di antaranya mengidap HIV AIDS.
“Dua orang yang berasal dari Nganjuk dan Grobokan Jawa Tengah dengan inisial Y dan N positif terinfeksi HIV AIDS,” bebernya.
Sementara itu, Kasi Penyuluhan dan Bimbingan Sosial Dinsosnakertrans
Kabupaten Madiun Sugito mengatakan pihaknya juga akan mendata terlebih
dahulu nama dan alamat para PSK tersebut. Dikhawatirkan pasca lokalisasi Gude tutup, para PSK tersebut eksodus ke warung remang remang tersebut.
“Ya akan kita data ulang dulu apakah mereka ini ada yang dulu pernah di
lokalisasi Gude atau tidak karena pasca penutupan lokasi gude dikuatirkan
banyak yang exsodus,” kata Sugito. @dhimaz_adi
0 comments:
Post a Comment