LENSAINDONESIA.COM: Direktur Centre For Budget Analysis (CBA)Uchok Sky Khadafi mengatakan setiap penduduk punya utang sebesar Rp13 juta perorang sejak rezim Jokowi berkuasa.
Data yang dikeluarkan oleh kementerian keuangaan,posisi utang pada tahun 2014, atau utang yang ditinggal oleh Rejim SBY sebesar Rp2.604 Triliun. Dan sekarang ini, masa Rezim Jokowi, utang sementara sampai bulan Maret tahun 2015 baru sekitar Rp2.795 Triliun.
Baca juga: Presiden Jokowi: Utang luar negeri tidak apa-apa, asalkan... dan Soal utang ke IMF, PDIP sebut pembisik Jokowi tak berpengalaman
“Artinya, utang Indonesia saat Presiden Jokowi bertambah hanya sebesar Rp191 triliun saja. Dan penambahan utang ini baru sedikit, dan angkanya
juga baru sementara saja. Jadi jangan bangga dulu sama presiden yang suka
cengengsesan ini,” kata Uchok kepada licom di Jakarta, Jumat (22/5/2015).
Oleh karena, kata Uchok sejak APBN P 2015 disahkan oleh DPR, ternyata Rejim Jokowi membutuhkan anggaran untuk kebutuhan pembiayaan sebesar Rp507,5 triliun untuk menutupi adanya defisit anggaran dalam APBN P 2015 sebesar Rp222,5 triliun. Juga untuk pembayaran utang yang jatuh tempo sebesar Rp223 triliun, dan pembiayaan non utang sebesar Rp62 triliun.Anggaran sebesar Rp507,5 triliun untuk menutupi pembiayaan seperti diatas berasal dari utang sebesar Rp502,4 Triliun, dan sebesar
Rp5,1 Triliun dari non utang.
“Anggaran utang sebesar Rp507,5 Triliun hanya dipergunakan seperti “gali lubang untuk menutupi lubang” yang bernama utang. Bukan untuk kebutuhan
investasi dalam bentuk proyek-proyek yang produktif.Jadi, pada akhir tahun nanti atau akhir tahun 2015, rezim Jokowi akan punya utang sebesar Rp3.303 Triliun yang akan dibebanin kepada pembayar pajak,” ujarnya.
Artinya, gara-gara rezim Jokowi punya utang sampai sebesar Rp3.303 triliun maka setiap penduduk akan punya utang sebesar Rp13 juta perorang.
“Maka mari kita ucapin salam buat Presiden Jokowi sebagai “salam gigit Jari” atas prestasi Rezim Jokowi menambah utang sebesar Rp507 triliun,” katanya.
Dia mengatakan sumber-sumber utang Indonesia, menurut Kementerian Keuangan pada bulan Maret 2015, posisi utang Indonesia sebesar Rp2.796 Triliun. Dimana utang sebesar Rp2.796 triliun berasal dari pinjaman luar negeri sebesar Rp696 triliun, dan SBN (Surat Berharga Negara) sebesar Rp2.099 triliun. Utang yang berasal dari pinjaman luar negeri sebesar Rp696 triliun yang berasal dari pinjaman bilateral dari negara Jepang sebesar Rp219,6 triliun, Perancis sebesar Rp24,9 triliun, Jerman sebesar Rp20,4 triliun, dan negara lainnya sebesar Rp77,92 triliun.
Kemudian,utang Indonesia berasal dari pinjaman dalam bentuk multilateral seperti Bank dunia sebesar Rp182,8 triliun, ADB sebesar Rp110,4 triliun, IDB sebesar Rp7,8 triliun, dan lainnya sebesar Rp2,6 triliun.Ada juga pinjaman Indonesia dari Komersial Bank sebesar Rp46,1 triliun, Suppliers sebesar Rp0,21 triliun, dan pinjaman dalam negeri sebesar Rp3,3 triliun.
“Sudah jelas, masih banyak utang luar negeri kita ini sangat menganggu kedaulatan negara ini,” ujarnya.
“Tidak punya kemandirian diatas kaki sendiri sehingga tugas pemerintah setiap tahun hanya mencari utang baru, dan banyak pejabat negara juga tidak ada Rasa malu menjadi sales untuk melobi dan mencari utang baru tersebut.Apalagi Jokowi, tidak malu-malu lagi, akan berutang ke bank dunia sebesar Rp143 triliun. Ini benar benar prestasi yang tdk disukai sejarah,” pungkasnya.@endang
0 comments:
Post a Comment