LENSAINDONESIA.COM: Masih ingat rencana pesta bikini dengan peserta para siswa SMA yang baru selesai ujian nasional? Kepala SMA yang namanya dicatut dalam undangan tersebut mendesak penyelenggara, Divine Production melakukan permintaan maaf secara terbuka di media massa dan sosial.
“Kami sepakat permohonan maaf secara terbuka, itu yang kami inginkan,” ujar Kepala SMAN 29 Jakarta, Ratna Budiarti, di Mapolda Metro Jaya, Selasa (5/5/2015).
Baca juga: Pelaksanaan UN di tiga SMPN di Medan diduga curang dan Wali Kota Kediri minta pengawasan UN SMP diperketat
Ia menambahkan permintaan maaf dari pihak Divine dilakukan secara bersamaan, bukan satu per satu. Dan dilaksanakan di Kantor Dinas Pendidikan DKI Jakarta.”Kami punya atasan, kami ingin diundang di kantor atasan kami (Disdik DKI Jakarta). Lakukan permohonan maaf secara terbuka,” ungkapnya.
Selain itu, permintaan maaf juga harus dipublikasikan lewat media cetak, elektronik dan YouTube. Dengan demikian, masyarakat akan tahu bahwa pihak sekolah tak mengizinkan even pesta bikini tersebut. “Kembalikan nama baik kami seperti semula. Semoga pihak Divine merespon,” ujarnya.
Menyoal apakah setelah permohonan maaf dilakukan pihak Divine, laporan polisi akan dicabut, Ratna enggan memastikannya. “Kami minta secepatnya lakukan itu (permintaan maaf). Buktikan dulu,” tandasnya.
Diketahui, sebuah undangan pesta tersebar di dunia maya seperti Twitter dan situs berbagi video You Tube. Dalam undangan itu, disebutkan sejumlah sekolah mendukung acara ini antara lain, SMA 8 Bekasi, SMA 12 Jakarta, SMA 14, SMA 38, SMK 50, SMA 24, SMK Musik BSD, SMA 31, SMA 109, SMA 53, SMA Muhammadiyah 11 Rawamangun, SMA 44, SMA Alkamal, SMA 29, SMA 26, dan SMA 31.
Pesta bikini itu diselenggarakan usai pelaksanaan UN SMA di Hotel Media and Towers, Jalan Gunung Sahari Raya Nomor 3, Jakarta Pusat, pada Sabtu (25/4/2015) lalu.@sita
0 comments:
Post a Comment