Sunday, May 3, 2015

Muhammadiyah tetapkan awal puasa 18 Juni, Lebaran 17 Juli

Muhammadiyah tetapkan awal puasa 18 Juni, Lebaran 17 Juli

LENSAINDONESIA.COM: Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengeluarkan Maklumat awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijah 1436 Hijriyah yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Din Syamsuddin, dan Sekretaris Umum Agung Danarto pada hari Selasa, 9 Rajab 1436 H atau 28 April 2015.

Dalam Maklumat disebutkan, sesuai Hisab Hakiki Wujudul Hilal yang dipedomani Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah mengumumkan, bahwa 1 Ramadhan 1436 H jatuh pada Kamis Pon, tanggal 18 Juni 2015. Lalu, 1 Syawal 1436 H jatuh pada Jumat Pahing, tanggal 17 Juli 2015.

Baca juga: Din akui PAN kurang menjaga hubungan baik dengan Muhammadiyah dan Prabowo: Muhammadiyah dan NU dukung saya

Sedangkan 1 Dzulhijah 1436 H ditetapkan jatuh pada Senen Legi, tanggal 14 September 2015. Untuk Hari Arafah (9 Dzulhijah 1436 H) jatuh pada Selasa Wage, tanggal 22 September 2015. Dan Idul Adha (10 Dzulhijah) jatuh pada Rabu Kliwon, tanggal 23 September 2015.

Maklumat PP Muhammadiyah tersebut juga dilampiri penjelasan dan hasil perhitungan dari Majelis tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, dan ditandatangani Wakil Ketua Majelis Oman Fathurohman pada 6 April 2015.

Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Agama Mochammad Jasin mengatakan, pemerintah tetap menggunakan sistem hisab dan rukyah (melihat wujud hilal atau bulan) dalam menentukan awal puasa dan Lebaran. Dengan sistem ini, Kemenag harus melihat dulu posisi bulan di akhir bulan Sya’ban atau menjelang 1 Ramadan nanti.

Meskipun begitu Jasin meminta masyarakat tidak terbelah dalam penetapan tanggal-tanggal penting dalam kalender Islam. Bagi masyarakat yang mengikuti keputusan Muhammadiyah, menurut Jasin, harus dihormati. Begitu pula dengan kelompok masyarakat yang menunggu keputusan pemerintah.@sita/bbs

alexa ComScore Quantcast
counter customisable
Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment