LENSAINDONESIA.COM: Massa mengatasnamakan Aliansi Rakyat Untuk SBY (ARUS) menggeruduk kantor Menteri Sudirman Said di Kementerian ESDM Jakarta, Jumat siang (22/5/2015).
Massa datang ke kantor Kementerian ESDM diangkut dua Metro mini dan 1 mobil bak terbuka berisi sound system.
Baca juga: SBY harus lapor polisi, difitnah Menteri ESDM hambat Petral bubar dan Menteri ESDM dianggap cari gara-gara, tebar musuh dalam selimut
Menurut Sekjen ARUS Heru Purwoko, aksi hari ini dilakukan sebagai bentuk protes dan kecaman atas pernyataan Menteri ESDM Sudirman Said beberapa waktu lalu. Pernyataan sangat tendensius terhadap Susilo Bambang Yudoyono Presiden RI Ke 6, terkait permasalahan PT Pertamina Energy Trading Limited (Petral).
“Sudirman Said sepertinya orang yang tidak pantas sebagai Pejabat Negara. Bukan fokus untuk bekerja, malah membuat opini menyesatkan di publik yang penuh Kebohongan dan sarat fitnah,“ kata Heru Purwoko dalam keterangan persnya kepada LICOM.
Heru saat menjadi orator di atas bak mobil, dia berteriak lantang, “Sebagai pengagum dan pecinta SBY, kami menuntut Sudirman Said untuk mempertanggungjawabkan fitnah yang dilontarkannya. Jangan membuang badan!”, teriak Heru.
Aksi unjukrasa yang dilakukan pendukung SBY itu bertindak menyegel kantor Menteri ESDM menggunakan spanduk bertuliskan
“Kami Tidak Terima SBY Difitnah Menteri ESDM Sudirman Said”. Juga membentangkan spanduk lain bertuliskan, “Sudirman Said
Kerja Kerja Kerja bukan Memfitnah”.
Pendukung lainnya juga membentangkan spanduk dan poster-poster bertuliskan; “Sudirman Said Fitnah itu Dosa Sebaiknya Minta Maaf”. Aksi juga melakukan Happening Art dengan membawa Tong Sampah Untuk Pemitnah.
ARUS (Aliansi rakyat Untuk SBY) menyatakan sikap dan menuntut, sebagai berikut:
1. Sudirman Said segera meminta maaf kepada SBY Presiden RI Ke 6 dan seluruh rakyat Indonesia atas pernyataan fitnah
yang menyesatkan.
2. Sudirman Said dan para Menteri fokuslah bekerja. Jangan membuat kegaduhan yang dapat mengganggu stabilitas nasional.
3. Bila sudah tidak sanggup bekerja memimpin Kementerian ESDM, Sudirman Said lebih baik mundur saja.
4. Hentikan menyalahkan pemerintahan-pemerintahan sebelumnya.
Menurut Heru, aksi ARUS akan terus digelar sampai Sudirman Said resmi meminta maaf. “Aksi tidak akan berhenti pada hari ini saja. Dimana pun Sudirman Said berada, kami akan terus menuntutnya,” katanya. @licom_09
0 comments:
Post a Comment