Tuesday, May 5, 2015

Pertumbuhan ekonomi di kuartal I tahun 2015 capai 4,71 persen

Pertumbuhan ekonomi di kuartal I tahun 2015 capai 4,71 persen

LENSAINDONESIA.COM: Badan Pusat Statistik (BPS) merilis  terkait pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2015 mencapai 4,71 persen, nampak lamban dibanding periode sama tahun lalu mencapai 5,14 persen.

Suryamin, Kepala BPS memaparkan, lambannya pertumbuhan ekonomi kali ini dikarenakan pada lini produksi dan lini konsumsi. Untuk lini produksi, muncul empat penyebab utama lambatnya ekonomi di kuartal I-2015. Pertama, produksi pangan menurun karena mundurnya periode tanam. Kedua, produksi minyak mentah dan batu bara berkontraksi akibatnya industri kilang minyak tumbuh negatif.

Baca juga: Standard Chartered Bank luncurkan program “This is Our Home Ground” dan Bahan bakar rumah tangga sumbang inflasi terbesar di Tahun 2014

“Hal ini berefek ke bawah industri manufaktur yang hanya tumbuh 3,87 persen,” tandas Suryamin di Jakarta, Selasa (5/5/2015).

Penyebab lainnya yakni distribusi barang dagang lambat disebabkan menurunnya pasokan barang impor. Hal ini terjadi penurunan impor, lanjut Suryamin, mulai barang modal, bahan baku/penolong, hingga barang konsumsi. BPS menginformasikan impor di kuartal I-2015 turun 2,2 persen (YoY), dan turun 9,98 persen (QtQ).

Adapun penyebab perlambatan ekonomi keempat dari sisi produksi yakni kinerja konstruksi terkait dengan terlambatnya realisasi belanja infrastruktur.
Sementara itu dari lini pengeluaran, Suryamin menjelaskan enam penyebab perlambatan ekonomi kuartal I-2015 dari lini pengeluaran. Di antaranya semua komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga (RT) melambat, disusul pengeluaran konsumsi pemerintah yang juga melambat.

Ekspor barang terkontraksi sebab harga komoditas turun berikut melambatnya perekonomian negara mitra dagang utama Indonesia sebagai penyebab berikutnya. Lalu ekspor jasa juga terkontraksi sebab lambatnya pertumbuhan jumlah wisman diiringi turunnya pengeluaran wisman.@Est-kom

alexa ComScore Quantcast
counter customisable
Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment