LENSAINDONESIA.COM: Dua pria melakukan penyerangan dalam pameran yang memamerkan karikatur Nabi Muhammad SAW dekat Dallas. Even ini digelar oleh organisasi anti-Islam.
Penembakkan terjadi pada Minggu (3/5/2015) sekitar pukul 19.00 waktu setempat di Curtis Culwell Center, sebuah arena indor di Garland, Dallas. Even ini dihadiri oleh Geert WIlders, politikus asal Belanda yang mengkampanyekan anti Islam, hadir sebagai pembicara.
Baca juga: Takut dibunuh, koran Jyllands-Posten tak mau publikasikan kartun Nabi
Dua pelaku berkendara hingag di depan gedung tempat diselenggarakannya “Muhammad Art Exhibit and Contest”. Mereka datang ketika even akan berakhir dan mulai menembaki satpam dan mengenai kakinya.
Polisi Garland yang ada di lokasi langsung memberikan bantuan pada satpam tersebut dan langsung membalas tembakan. Terjadi baku tembak. “Kedua tersangka tewas,” kata Harn.
Satpam yang terluka sudah dirawat di rumah sakit lokal setempat dan diizinkan pulang. Tidak ada orang lain lagi yang terluka.
Hal ini lantaran pengunjung masih berada di dalam arena ketika aksi kekerasan terjadi. Mereka bahkan tidak sadar dengan peristiwa ini hingga polisi datang dan meminta pengunjung tetap di dalam gedung akibat baku tembak.
“Tersangka pertama tewas tertembak seketika. Yang kedua, tertembak dan terluka dan mencoba meraih sesuatu di tas punggungnya. Polisi yang tidak tahu apa yang dibawanya, menembak lagi padanya. Dia terbunuh,” kata Wali Kota Garland, Douglas Athas pada CNN.
Polisi tidak dengan segera mengidentifikasi dua pelaku penembakan, apakah mereka berkaitan dengan kritik terhadap acara yang disebut sebagai anti-Islam itu.
“Kami tidak tahu siapa mereka, selain mereka telah meninggal di jalan,” kata juru bicara kepolisian, Joe Harn pada Reuters.
Sebagai tindakan pencegahan, mereka menyelidiki mobil pelaku, apakah ada bahan peledak di dalamnya, kata Harn.
Penyerangan ini mengingatkan atas penyerangan di negara Barat yang melawan seni menggambarkan Nabi Muhammad. Pada Januari, pria bersenjata membunuh 12 orang di Paris.
Eksibisi ini diorganisir oleh Pamela Geller, Presiden American Freedom Defense Initiative (AFDI). Organisasi yang disebut Southern Poverty Law Center sebagai kelompok kebencian ini telah mensponsori kampanye iklan anti-Islam dalam sistem transportasi di seluruh negeri.
Penyelenggara acara di Garland ini sampai menawarkan hadiah 10.000 dolar AS untuk karya seni atau kartun Nabi yang dinilai terbaik. Mereka juga menyiapkan 2.500 dolar AS untuk pemenang “People’s Choice Award.”
Geller terkenal membenci Islam. Pada 2010, dia memimpin demonstrasi ke situs yang akan dijadikan pusat Islam dekat situs gedung World Trade Center yang sudah hancur, demikian Reuters.
Sebelumnya pada FOX, Geller memilih venue di Garland kraean disana adalah tempat pemimpin Muslim Amerika menggelar konferensi melawan Islamophobia, sepekan setelah penyerangan kantor majalah Charlie Hebdo di Perancis.
Greet Wilders, dalam pidatonya di acara tersebut mengatakan mendukung kontes kartun Muhammad dengan menyebutnya sebagai tindakan kebebasan. “Pesan kita hari ini sederhana, kita tidak akan mengizinkan barbarisme, tidak akan membiarkan Islam, merampok kebebasan berbicara,” katanya dalam video yang diposting di AFDI website.
Penggambaran Nabi Muhammad merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan oleh Islam dan memprovokasi Muslim dalam aksi radikalisme. @sita
0 comments:
Post a Comment