Tuesday, May 5, 2015

Politikus muda ini nilai Pasek dan Marzuki tak layak pimpin Demokrat

Politikus muda ini nilai Pasek dan Marzuki tak layak pimpin Demokrat

LENSAINDONESIA.COM: Sekretaris DPP Partai Demokrat Farhan Effendy mengkritik sepak terjang hasil karya I Gede Suardika dan Marzuki Alie sebagai sebagai kader partai berlambang bintang mercy. Menurutnya, kedua tokoh Demokrat yang dikabarkan akan maju di Kongres III Partai Demokrat mendatang kurang layak pimpin Demokrat karena belum memberi kontribusi apapun pada partai.

“Menurut saya calon pemimpin seperti Pasek belum memiliki kualitas yang baik, apalagi kualitas negarawan, masih jauh sekali,” ujar Farham kepada LICOM, Jakarta, Selasa (5/5/2015).

Baca juga: Kongres Demokrat di Surabaya tak undang Golkar dan PPP dan Dua calon ketua umum Demokrat tak diundang ke kongres

“Saya sangat yakin Pasek tidak dapat dukungan di Demokrat. Apalagi selama ini tidak ada sama sekali produk yang ditinggalkan di Demokrat. Membangun apa dia? Memperbaiki apa di Demokrat? Kita semua belum melihat karya dan hasil pengabdiannya di Demokrat,” tambah Farhan.

Politikus muda Demokrat ini melanjutkan, manuver kotroversial Gede Pasek Suardika akhir-akhir ini dalam upaya mendapatkan simpati dan dukungan kader dinilainya kurang tepat. Farhan pun meyakini, Pasek sulit mendapat dukungan dari kader daerah.

“Bagamana akan mendapat simpati para pengurus dan kader Demokrat kalau cara yang dilakukan dalam meraih dukungan dalam pencalonanya, dengan melakukan manuver buruk, menjelek-jelekkan orang dan mendiskriditkan partai sendiri,” paparnya.

“Ini bukanlah tabiat kader Demokrat sejati. Kesan saya, statemen Pasek hanyalah retorika busuk yang sengaja ingin memburukkan Demokrat. Orang semacam Pasek di Demokrat, saya yakin tidak mendapat dukungan,” imbuh Farhan.

Pasek, menurut Farhan, dipandang sebagai sosok yang licin dalam beretorika dan membangun opini guna mendapatkan dukungan. “Pasek menurut saya adalah sosok destroyer, tukang kompor, yang memanas-manasi keadaan, bermain retorika dan mengharap publik terpengaruh dengan rasionalisasi yang dia bangun. Itu cara pikir yang sesat. Figur calon pemimpin semacam ini akan jauh dari rasa simpati atau empati,” terangnya.

Oleh karenanya, Farhan berharap calon pemimpin Demokrat merupakan orang yang mampu menjadi perekat dalam mendobrak elektabilitas partai di Pemilu 2019 mendatang dan menjadikan Demokrat pemenang.

“Saya tahu mereka (Pasek dan Marzuki Alie) adalah orang hebat, memiliki pengalaman dalam mengendalikan kebijakan. Namun di dalam partai demokrat, kualitas mereka belumlah cukup. Obyektifitas semua kader mengatakan bahwa kebutuhan Demokrat untuk meraih kemenangan 2019 kelak adalah jika dipimpin oleh SBY kembali,” tuturnya.

Farhan pun menegaskan, kader daerah mempunyai kesamaan pandangan dalam membesarkan demokrat, dan menginginkan SBY untuk kembali pimpin parta demokrat. “Kami semua kader, di semua lapisan daerah, sudah kompak dan satu hati untuk
mengembalikan kejayaan demokrat, demi kelangsungan pembangunan yang menyejahterakan rakyat. Rakyat rindu Demokrat, rakyat rindu sosok SBY sebagai pemimpin negara. Rakyat rindu dan butuh program-program SBY. Untuk itu demokrat harus menang dan tidak ada kata lain kecuali SBY menjadi ketua umumnya,” ujarnya.

“Pasek atau Pak Marzuki Alie sebaiknya bersabar, pandanglah dengan jernih, bahwa semua kader nyatanya membutuhkan dan menginginkan pak SBY kembali,” pungkas Farhan. @yuanto

alexa ComScore Quantcast
counter customisable
Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment