LENSAINDONESIA.COM: Lama tak terdengar,Mochamad Djohansyah yang akrab dipanggil Sawung Jabo bakal menggelar konser Sirkus Barock bertajuk Perjalanan Waktu di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, pada hari Sabtu, 23 Mei 2015 pada pukul 19.30 WIB.
Konser ini merupakan kilas balik Sirkus Barock dari album Anak Setan sampai Anak Angin. Selain itu, juga merupakan tribute kepada punggawa Sirkus Barock yang telah wafat yakni Innisisri, Buche Ceking, Lelly Lali,Nanoe, dan Agus Sriwijayadi.
Baca juga: Sebelum konser, seniman Surabaya tabur bunga di makam Gomloh dan Sawung Jabo gagas pagelaran musik `Tribute to Gombloh`
“Orang datang danpergi. Orang kreatif pergi, Orang kreatif baru datang. Patuh tumbuh hilang berganti. Satu orang kreatif meninggal, akan tumbuh 1000 orang kreatif baru,” ungkap Sawung Jabo ditemui pada press conference konser musikSirkus Barock di Galleri Cipta 2, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Kamis(21/5/2015).
Dijelaskan Sawung Jabo, dengan harga tiket Rp50.000 kelas balkon dan Rp100.000 untuk kelas VIP,pengunjung disuguhkan 16 lagu dari empat album dari enam album yang telahditelorkan Sirkus Barock. Empat album tersebutadalah Anak Setan, Bukan Debu
Jalanan, Kanvas Putih, dan Jula Juli Anak Negeri.
“Anak Setan, O…Jiwa,Peristiwa Manusia, Perjalanan Awan, Penjelajah Alam, dan lain-lain. Lagu-lagudi Sirkus Barock itu perwujudan perjalanan batin saya,” jelas pria kelahiran Surabaya, 4 Mei 1951.
Pada konser kaliini, personel Sirkus Barock yang tampil antara lain kumpulan musisi seperti Sawung Jabo, Joel Tampeng (gitaris), Bagus Mazasupa (keyboard), Endi Baroque (drummer),Sinung Garjito (bassis), Ucok Hutabarat (biola), Denny Dumbo (perkusi),
GianaSudaryono (vokal latar), ditambah personel baru yakni Ruben Paningkayon dan Hasnan Santet.
“Sirkus Barock tidak mengenal musisi senior dan junior, serta tidak merekrut anggota baru. Yang ada adalah berjodoh. Seperti kita mencari pasangan. Ketemu-ketemu, kemudian bersahabat, dan akhirnya berjodoh,” kata Sawung Jabo yang dikenal melalui keterlibatannya dalam musik ‘Swami’dan ‘Kantata Takwa’ bersama musisi-musisi kenamaan lainnya di tahun 1980an dan 1990an seperti Iwan Fals, Jockie Suryoprayogo dan pengusaha Setiawan Djodi dengan melahirkan lagu-lagu fenomenal seperti Bento, Hio, Bongkar, Kuda Lumping,dan Nyanyian Jiwa. @Rudi
0 comments:
Post a Comment