Thursday, June 4, 2015

Bank Indonesia menilai DPK tumbuh 15,93 persen

Bank Indonesia menilai DPK tumbuh 15,93 persen

LENSAINDONESIA.COM: Mendekati momen Ramadhan dan Lebaran tahun 2015, bank umum di Jawa Timur nampak tumbuh terbatas baik untuk Dana Pihak Ketiga (DPK) maupun kredit. DPK tumbuh sebesar 15,93% (yoy) untuk kredit meningkat sebesar 11,07% (yoy).

Angka di atas merupakan pertumbuhan yang masih lebih rendah dibanding pertumbuhan bulan sebelumnya, dimana kredit mampu tumbuh sebesar 12,04% (yoy) sedangkan DPK sebesar 17,56% (yoy).

Baca juga: Aktifitas konsumsi Januari 2015 tumbuh 2,07 persen dan BI apresiasi mitra informasi lewat Award Day 2014

“Fakta ini seirama dengan suku bunga kredit yang cenderung stabil kendati suku bunga acuan sudah diturunkan sejak Februari 2015 lalu menjadi 7,50%. Sedangkan suku bunga rata-rata tertimbang DPK untuk bulan April 2015 mencapai 4,49% turun 2 basis poin (bps) mulai bulan sebelumnya,” ujar Benny Siswanto, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kanwil IV Jawa Timur.

Benny menambahkan, untuk suku bunga rata-rata tertimbang kredit di bulan April 2015 justru meningkat sebesar 1 bps menjadi 12,35% sebab didorong peningkatan 2 bps di suku bunga rata-rata tertimbang kredit modal.

Menurut jenis penggunaannya, Kredit Modal Kerja (KMK) mengambil peran besar kredit perbankan di Jawa Timur, yakni Rp 202,99 miliar (59,21%), disusul Kredit Konsumsi sebesar Rp 91,26 miliar (26,62%) dan Kredit Investasi sebesar Rp 48,56 miliar (14,16%).

“Pertumbuhan Kredit Konsumsi merupakan pertumbuhan tertinggi selama bulan laporan yakni 13,07% (yoy). Pertumbuhaa kredit sempat tertahan karena melambatnya Kredit Modal Kerja yang porsinya paling besar, hanya tumbuh 11,30% (yoy) atau 0,27% (mtm)”, tandas Benny.

Dari sisi sektoral, lambannya kredit disebabkan oleh kredit sektor utama seperti perdagangan dan industri pengolahan yang mendominasi penyaluran kredit perbankan di Jawa Timur. Sektor perdagangan hanya mampu tumbuh 0,28% (mtm) di April 2015, lebih rendah dibandingkan sebelumnya mencapai 2,47% (mtm).

Untuk industri pengolahan, tumbuh lebih baik dibandin bulan sebelumnya, yakni 0,18% (mtm) dari -0,11% (mtm). Kemudian sektor pertanian yang merupakan sektor penyumbang pertumbuhan ekonomi terbesar di Jawa Timur, malah tumbuh negatif hingga -1,01% (mtm).

Namun, untuk stabilitas sistem perbankan Jawa Timur masih aman karena Non Performing Loan (NPL) masih berada di level 2,18%. Dan meningkat di beberapa sektor, namun dalam batas wajar seperti sektor industri pengolahan dan perdagangan.

Begitu pula mediasi perbankan Jawa Timur masih kondusif, nampak di posisi Loan to Deposit Ratio (LDR) berada di level 87,47%. Giliran untuk LDR berdasarkan lokasi proyek masih di posisi 102,02%, mengindikasikan adanya aliran dana kredit dari bank luar wilayah Jawa Timur untuk pembiayaan proyek.@Eld

alexa ComScore Quantcast
counter customisable
Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment