Friday, June 5, 2015

Focus Survey ungkap Agus Widayat masih unggul di Dumai

Focus Survey ungkap Agus Widayat masih unggul di Dumai

LENSAINDONESIA.COM: Mendekati masa pemilihan walikota Dumai, inkumben masih mengungguli nama baru. Meski begitu, pendatang baru berhasil meraih hati pemilih.

Hal itu terungkap dari hasil survei yang dilakukan Focus Survey Indonesia pada 18-26 Mei 2015 pada 7 Kecamatan di Dumai.

Baca juga: Pemerintah didesak segera tuntaskan Jalan Tol Trans Sumatera dan Penetapan bencana nasional tidak usah tunggu kedatangan Presiden SBY

Menurut Direktur Focus Survey Indonesia, Sutisna, survei ini memotret kecenderungan perilaku memilih yang terkait dengan popularitas para bakal calon kepala daerah beserta faktor-faktor yang memungkinkan mendorong pemilih untuk memilih salah satu dari para calon tersebut.

“Mekanisme survei dilakukan terlebih dahulu pra survei untuk mendapatkan informasi terhadap nama tokoh-tokoh yang akan disurvei didapat dari nama nama tokoh yang muncul dalam pembicaraan masyarakat Dumai di sekitar kedai, rumah makan di Dumai dan pemberitaan media lokal di Dumai,” terang Sutisna dalam pesan elektroniknya, (5/6/2015).

Lanjut Sutisna, dari hasil pra survei muncul nama nama tokoh diantaranya yakni A Tito Gito yang merupakan politisi PDI Perjuangan. Kemudian ada juga nama Sunaryo dari PAN, Agus Widayat dan Zulkifli AS mantan walikota Dumai dari Partai Nasdem serta Zulkifli Ahad dari Partai Golkar. ketua DPC Partai Demokrat Kota Dumai Eko Suharjo.

Sementara sejumlah mantan birokrat diantaranya mantan Sekda Kabupaten Rokan Hilir Asmirin Usman, mantan Walikota Dumai Wan Syamsir Yus serta akademisi muda Muhammad Ikhsan.

“Begitu juga Walikota Dumai saat ini Khairul Anwar, nama tersebut diusulkan masyarakat untuk tampil dan melanjutkan kepemimpinan di daerah dan telah dievaluasi dan dinilai layak disiapkan tampil pada pesta memilih pemimpin Kota Dumai lima tahun kedepan,” tambahnya.

Dalam temuan survei, lanjut Sutisna, kriteria calon walikota yang diinginkan warga Dumai ternyata dari temuan survei yang paling diinginkan yakni calon walikota tertinggi yang punya rekam jejak yang bersih dari korupsi dan kasus hukum yaitu 48,2 persen, sementara kriteria primodialisme berdasarkan kesukuan dalam memilih calon walikota Dumai hanya 10,2 persen yang menjadi pilihan masyarakat, sedangkan berdasarkan kesamaan agama terhadap calon walikota hanya 28,3 persen dan kriteria lainya seperti latar belakang pendidikan calon walikota hanya 13,3 persen.

“Kita sudah banyak melakukan pada survei opini publik terkait Pilkada serentak 2015 beberapa daerah untuk menunjukan hasil kerja kita independen. Hasil survei ini dibiayai perusahaan-perusahaan yang punya kepentingan dengan kepala daerah yang bakal berkaitan dengan perusahaan yang melakukan investasi di Indonesia,” ungkap dia.

Dijelaskan Sutisna, temuan survei memperlihatkan hasil dengan pertanyaan seandainya Pemilihan walikota Dumai dilaksanakan pada hari ini, siapa walikota yang bakal dipilih warga.

Ternyata 20,6 persen responden memilih Agus Widayat dan urutan kedua adalah Muhamad Ikhsan yang merupakan tokoh yang baru muncul berhasil meraih simpati masyarakat 13,2 persen. Sedangkan di urutan tiga adalah Khaerul Anwar walikota inkumben kantongi dukungan publik sebesar 12,5 dan mantan sementara Tito Gito dari PDI Perjuangan memiliki tingkat elektabilitas 11,5 persen. Selain empat nama yang memliki elektabilitas diatas 10 persen di atas ada nama mantan Walikota Dumai Zulkipli AS yang yang mendapat 9,8 persen suara.

Sedangkan anggota DPRD Kotai Dumai asal PAN , mantan wakil walikota Dumai Sunaryo mendapatkan kepercayaan 7,1 persen. sementara Sekda Kabupaten Rokan Hilir Asmirin Usman meraih dukungan public 4,2 persen Lalu, ketua DPC Partai Demokrat Kota Dumai Eko Suharjo yang mendapat 3,1 persen.

Sementara itu, mantan Walikota Dumai Wan Syamsir Yus memiliki tingkat elektabilitas 2,5 persen dan Zulkifli Ahad dari Partai Golkar 2,2 persen dan yang belum punya pilihan adalah 13, 3 persen.

Jika dilihat dari popularitas calon walikota, menurut Sutisna, Agus Widayat dikenal oleh 67,9 persen responden, Khairul Anwar 56,3 persen, dan mantan Walikota Dumai Zulkipli AS 53,5 persen, sedangkan Muhamad Ikhsan 63,7 persen yang tertinggi.

Sedangkan tingkat akseptabilitas, Agus Widayat disukai 65 ,7persen responden, Muhamad Ikhsan 63,8 persen, Khairul Anwar 64 ,3 persen, mantan Walikota Dumai Zulkipli AS 56 persen dan Sunaryo 51,9 persen. Wan Syamsir Yus 45,5 persen, Sekda Kabupaten Rokan Hilir Asmirin Usman 56,3persen dan Tito Gito dari PDI Perjuangan memiliki tingkat elektabilitas sebagai Cawako 58,9 persen

Sutisna memprediksi, 5 besar calon yang paling kuat persaingannya diantaranya Agus Widayat, Muhamad Ikhsan, Khairul Anwar, Tito Gito dari PDI Perjuangan dan mantan Walikota Dumai Zulkipli AS. Artinya, persaingan ketat terjadi antara mereka untuk bisa menarik simpati masyarakat Dumai.

Dari hasil survei ini juga maka dapat ditarik kesimpulan, sosok calon wakil walikota juga akan memberi kontribusi keterpilihan yang besar sebab belum ada satu calon walikota yang mencapai 25 persen menjadi pilihan publik.

“Jika cawawako mendukung, maka suaranya akan naik. Jika salah pilih bisa kacau,” kata ia.

Survei ini dilaksanakan dengan metodologi multi stage random sampling, dengan cara wawancara tatap muka langsung hingga tingkat RW di 7 Kecamatan di Kota Dumai .

Responden 1000 orang yang mewakili semua kelompok warga, mulai dari jenis kelamin, pendidikan, suku, agama, dan usia. dan Penduduk Kota Dumai yang sudah berusia 17 tahun atau sudah menikah yang didasarkan pada jumlah daftar pemilih tetap pada pilpres 2014 dengan Tingkat kepercayaan 95 persen, dengan margin error 3,09 persen. @endang/redaktur: adrian

alexa ComScore Quantcast
counter customisable
Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment