LENSAINDONESIA.COM: Gempa mengguncang Kota Kinabalu dan bagian lain dari pesisir barat Sabah, Jumat (5/6/2015), setelah gempa berskala 5,9 SR menyerang distrik Ranau.
Laporan BMKG Malaysia menyebut pusat gempa di 17 kilometer ke arah barat laut Ranau, pada 07.17 pagi waktu setempat. Tapi tidak ada peringatan terjadinya tsunami.
USGS menempatkan skala 6 dan menyebut pusat gempa berada 19 kilomter barat laut dari Ranau, dan 54 kilometer dari Kota Kinabalu.
Gempa terasa di utara Kudat dan Kota Marudu hingga Beaufort di selatan. Getaran mengguncang gedung dan jendela-jendela berderik yang menyebabkan warga berlarian keluar dari rumahnya, lokasi belanja bahkan bandara internasional Kota Kinabalu.
Lima pendaki Gunung Kinabalu dikabarkan meninggal dunia, namun tidak ada pejabat resmi yang bisa dikonfirmasi. Setidaknya, ada 100 orang pendaki yang tertahan disana.
Helikopter dikerahkan untuk menyelamatkan para pendaki. Salah satunya, Charlene Dmp menulis di Facebook-nya mengatakan, ia bersama 11 pendaki lainnya menunggu helikopter penyelamat.
“Kami tidak bisa turun sekarang karena banyak batu berjatuhan. Itu tidak aman untuk berjalan turun selama getaran terasa. Terima kasih perhatian dan doanya,” tulis Charlene Dmp.
Warga di kaki Gunung Kinabalu melaporkan adanya batu-batu berjatuhan dan longsoran. Pejabat setempat menunggu hingga situasi aman sebelum mempertimbangkan langkah selanjutnya.
“Laporan dari KK (Kota Kinabalu): Bahwa kami dan tim Satgas KJRI KK telah menelusuri dan memastikan bahwa tidak ada korban WNI sebagai dampak gempa bumi barusan pagi di Sabah,” terang Dubes RI di Malaysia Herman Prayitno.
“Juga tidak ada korban dari penduduk lokal,” imbuhnya. @sita/thestar
0 comments:
Post a Comment