LENSAINDONESIA.COM: Sejumlah guru daerah terpencil mendadak mengaku tak pernah merasa tunjangan khususnya disunat. Sebaliknya, mereka rela menyisihkan sejumlah uang kepada UPTD Banjarwangi sbagai bentuk rasa terima kasih karena sudah membantu melakukan pemberkasan.
Atep, SPd, guru yang bertugas di SDN Padahurip III mengungkap bahwa paska isu sunatan tunsus, para guru langsung mengadakan pertemuan. Dari pertemuan itu terungkap bahwa tunjangan langsung masuk ke rekening masing-masing.
Baca juga: Duh...tunjangan khusus guru terpencil di Garut juga disunat
Dikatakannya, setelah dana tersebut diterima, banyak para penerima yng tidak memberikan atau diminta pihak UPTD. Namun memang ada sebagian yang memberi, itupun nilainya, tidak besar.
Pemberian itu merupakan tanda ucapan terima kasih. Dimana telah membantu dalam pengiriman data.
“Ada sebagian yang memberikan dana, namun nilainya tidak besar, hanya sebatas untuk mengganti uang ongkos saja, dimana data yang dikirimkan oleh pihak UPTD ke Dinas Pendidikan Garut, butuh dana transport,” katanya.
Kepala Sekolah SDN Bojong I, Jaenudin, mengaku memanggil khusus guru penerima bantuan tersebut. Ternyata setelah dipanggil mereka tidak pernah dipinta dana sepeserpun.
“Tetapi mereka sendiri yang memiliki itikad baik, yakni meberikan dana dengan jumlah nilai Rp 100 ribu sampai dengan Rp 150 ribu,” ujarnya.
Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk ucapan terima kasih, kepada staf yang ada di Dinas UPTD. Dimana dalam pengurusan administrasinya mereka ikut membantu, terlebih dalam mengirimkan data ajuan.
“Jadi tidak benar kalau ada dugaan pungutan, mereka ikhlas memberikan secara pribadi,” pungkasnya. @taufiq_akbar
0 comments:
Post a Comment