LENSAINDONESIA.COM : Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf memimpin ribuan guru Ma’arif dalam Apel Guru Nahdlatul Ulama se-Jawa Timur di Alun – Alun Kabupaten Jombang Jawa Timur, Kamis (4/6/2015). Diharapkan para guru ini ikut mengawal Muktamar ke-33 NU, Agustus mendatang.
Saifullah Yusuf mengatakan kepada ribuan guru Ma’arif, bahwa guru – guru Maarif NU merupakan salah satu kekuatan yang sangat besar di Jawa Timur. Untuk itu komitmen dan kesetian guru yang ada di Jawa Timur diperlukan guna mengawal Muktamar ke 33 Nahdlatul Ulama di Jombang pada Agustus mendatang.
Baca juga: Garda Muda waspadai Muktamar NU Jombang diobok-obok parpol dan Pemprov Jatim sudah cairkan dana Rp 4,9 M untuk Muktamar NU
“Dalam Muktamar Ke 33 NU peran guru juga sangat penting, mereka juga bisa memberikan materi pelajaran tentang ke NU an, mengiringi Muktamar, karena guru punya murid, punya kenalan yang bisa diajak untuk berdoa ikut memberikan restu dan juga sekaligus menjadi relawan bagi suksesnya Muktamar ini,” kata Gus Ipul, sapaan akrabnya.
Gus Ipul menandaskan, Muktamar ke 33 kali ini dijamin steril tidak akan terpampang poto atau gambar para kandidat. Hal itu untuk menjaga kekhusyukan penyelenggaraan muktamar NU dan memang ini bukan penyelenggaraan Pilkada atau lainnya. Maka dari itu PBNU tidak memperbolehkan adanya pemasangan gambar para kandidat.
“Sampai saat ini bursa kandidat Muktamar NU sendiri, masih belum terdengar siapa calon tersebut yang akan maju dalam Muktamar mendatang. Meski berseberangan para kiai diminta agar pada muktamar tidak terjebak pada figur, pasalnya NU itu merupakan kebangkitan ulama,” harapnya.
Perlu diketahui, Muktamar Nahdatul Ulama sendiri akan diselenggarakan pada tanggal 1 – 5 Agustus 2015 memdatang. Kegiatan akan dipusatkan di Alun-alun kabupaten Jombang Jawa Timur sebagai tempat utama sidang pleno, pembukaan dan penutupan muktamar NU ke 33. Sementara untuk sidang Komisi dan tempat menginap ditunjuk Empat Pondok Pesantren
diantaranya, Ponpes Tebuireng, Ponpes Bahrul Ulum (Tambak beras) Ponpes Mambaul Ma’arif (Denayar) dan Ponpes Darul Ulum (Peterongan). @Obi
0 comments:
Post a Comment