Thursday, June 4, 2015

Hacker asal China diduga bobol data empat juta pegawai federal AS

Hacker asal China diduga bobol data empat juta pegawai federal AS

LENSAINDONESIA.COM: Hacker asal China diduga membobol data empat juta pegawai dan mantan pegawai federal Amerika Serikat, serta data investigator.

Dalam serangan ini, Office of Personnel Management (OPM) mengatakan serangan ini kemungkinan berdampak pada tiap agen federal.

Baca juga: "Lizard Squad" mengaku bertanggung jawab atas tumbangnya Facebook dan Tak bisa diakses, layanan Facebook kembali tumbang

Informasi yang disimpan di OPM termasuk penugasan pegawai, penilaian performa dan pelatihan, kata pejabat. OPM bergerak di pengawasan keamanan dan mengompilasi catatan seluruh agen federal pemerintah.

Namun, hacker tak membobol data latar belakang maupun hasil investigasi.

Pejabat keamanan AS mengatakan identitas atau pemerintah asing dipercaya berada dalam serangan cyber ini. Mereka mencari kemungkinan China Connection, kata sebuah sumber pada Reuters.

Juru bicara Kedutaan China di Washington, Zhu Haiquan mengatakan, tuduhan berdasarkan hipotesis tidak dapat dipertanggungjawabkan dan kontraproduktif. Ia mengatakan sangat sulit mencari aktivitas hacker lintas benua.

China secara terus menerus menolak tuduhan investigator AS yang menyebut para hacker didukung oleh Pemerintah China berada di belakang serangan terhadap perusahaan dan agen federal AS.

OPM mendeteksi aktivitas malware yang berdampak ke sistem informasi pada April lalu. Namun, agensi ini tak menyebut secara spesifik jenis informasi yang sudah diakses.

FBI sudah melakukan investigasi atas hal ini.

Presiden Obama telah menjadikan keamanan cyber dalam program prioritas, setelah sejumlah pembobolan. White House menyebut Obama akan membahasnya dengan Presiden China Xi Jinping.

Anggota Kongres, Adam Schiff telah meminta adanya pembaruan database cyber menyusul serangan ini. Serangan dalam beberapa bulan terakhir telah mempengaruhi warga Amerika.

“Ancaman cyber berasal dari hacker, peaku kejahatan, teroris menjadi tantangan terbesar saat ini. Dan sangat jelas dibutuhkan sebuah perbaikaan dalam database cyber dan sistem pertahanan sebelum terlambat.” @sita/bbs

alexa ComScore Quantcast
counter customisable
Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment