Thursday, June 4, 2015

Hamas dan ISIS saling serang, Israel leluasa hajar jalur Gaza

Hamas dan ISIS saling serang, Israel leluasa hajar jalur Gaza

LENSAINDONESIA.COM: Militer Israel kemarin dengan leluasa membombardir jalur Gaza dengan memanfaatkan  memasnasnya hubungan Hamas dan kelompok Salafi yang bersimpati pada ISIS di Palestina.

Serangan udara militer Israel itu disebut sebagai balasan atas dua roket yang diluncurkan dari tanah Gaza dan mendarat mulus di Kota Sdot Negev, Irael. Jet tempur Israel menggempur tiga basis pelatihan Brigade Izzadine Al-Qassam, sayap militer Hamas, di Kota Gaza dan sebuah lokasi lain di kota Khan Yunis dinihari tadi.

Baca juga: DPR minta diajak bicara tentang kantor perwakilan Hamas dan Meski izin DPR, Kemenlu RI tolak Hamas dirikan Perwakilan di Jakarta

Informasinya, roket tersebut diluncurkan dari utara Gaza tepatnya di Distrik Al-Shati pada pukul 11 malam waktu setempat. Tercatat tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Sebetulnya tidak jelas apakah roket yang mendarat di Israel adalah aksi Hamas atau bukan. Belakangan simpatisan kelompok Salafi pendukung ISIS di Palestina mengklaim bertanggung jawab serangan yang diluncurkan dari Gaza.

“Kami adalah kelompok Omar Hadid dan serangan roket kepada Israel adalah aksi kami yang berawal dari terbunuhnya rekan kami pada hari sebelumnya oleh Hamas,” ungkap pendukung kelompok Salafi melalui twitter.

Serangan kelompok Salafi ini ditengarai sebagai aksi memancing agar Israle melakukan serangan balasan dengan menuduh Hamas sebagai peluncur dua roket yang menyerang wilayahnya. Harapannya, agar militer Israel membombardir basis logistik Hamas yang sekaligus akan menguntungkan kelompok Salafi pro-ISIS.

Hubungan Hamas dan pasukan Salafi diketahui memburuk sejak dua bulan lalu. Hamas sejak lama ingin menyingkirkan kelompok ekstrem itu. Puncaknya pada Selasa lalu, Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Hamas membenarkan pihaknya telah menewaskan pria bernama Youris al-Honnor, yang diduga kuat sebagai sebagai bagian dari simpatisan ISIS. Militer Hamas terpaksa menghabisi Youris dan beberapa rekannya karena lebih dulu ditembaki. “Terjadi baku tembak dan ledakan empat granat di dalam sebuah rumah saat kontak senjata terjadi,” ungkap jubir tersebut.

Hamas yang dekat dengan garis ideologi Ikhwanul Muslimin memang beberapa bulan terakhir terlibat perselisihan dengan kelompok Salafi pendukung ISIS. Pertikaian mencapai puncaknya setelah setelah pekan lalu Hamas menghabisi Younis al-Honnor, pemimpin pasukan pemberontak kelompok Salafi.

Pertikaian Hamas dan kelompok Salafi pendukung ISIS diduga akibat adanya perbedaan taktik dan agenda dalam perang melawan Israel di antara dua kelompok tersebut. ISIS yang mengagendakan berdirinya kembali daulah Islam lintas negara, diduga menolak otoritas Hamas di Jalur Gaza. Mereka mendesak warga Palestina takluk kepada Khalifah Abu Bakar al-Baghdadi.

Perbedaan visi itu memicu pertumpahan darah April lalu. Pasukan ISIS menyerbu kawasan Yarmouk di Damaskus, Suriah, lokasi ribuan pengungsi Palestina yang kabur dari Jalur Gaza. Sedikitnya seratus pengungsi Palestina tewas dalam serangan itu. Dua anggota organisasi yang terkait Hamas juga dipenggal militan ISIS.

Peritsiwa itu membuat Hamas dan para pendukungnya di Jalur Gaza marah dan menggelar unjuk rasa. Mereka bersumpah membalas serangan ISIS terhadap para pengungsi Palestina itu. @andiono

alexa ComScore Quantcast
counter customisable
Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment