Thursday, June 4, 2015

Mantan pejabat FIFA mengaku ada suap dalam Piala Dunia 1998 dan 2010

Mantan pejabat FIFA mengaku ada suap dalam Piala Dunia 1998 dan 2010

LENSAINDONESIA.COM: Mantan pejabat FIFA dan juga mantan petinggi sepakbola Amerika Utara, Chuck Blazer, membuat kaget banyak pihak setelah mengaku dirinya dan beberapa petinggi FIFA lain telah menerima suap dalam kampanye Piala Dunia 1998 dan 2010.

Kebusukan di tubuh FIFA memang sedikit demi sedikit mulai terbongkar setelah beberapa petinggi ditangkap di Swiss beberapa lalu. Penangkapan tersebut sukses membuat FIFA goyah dan berujung pada pengunduran diri Presiden FIFA, Sepp Blatter.

Baca juga: Ungkap kebusukan, mantan Wakil Presiden FIFA cemaskan keselamatan dan Sponsor utama FIFA justru sambut pengunduran diri Sepp Blatter

Chuck Blazer juga mengakui semua hal itu pada pembacaan dakwaan-dakwaan yang terkait dengan kepemimpinannya di badan sepak bola Amerika Tengah dan Utara CONCACAF serta keanggotaan komite eksekutif FIFA.

Sebagai salah satu upaya untuk meringankan hukuman, Blazer sepakat untuk mengenakan pengeras suara dan merekam pembicaraan-pembicaraan dengan sesama anggota FIFA.

Sayangnya pada berkas yang dirilis pada Rabu, eksekutif-eksekutif FIFA lainnya yang disebut ‘pihak-pihak yang bersekongkol’ tidak disebutkan identitasnya. Hingga kini, 14 orang didakwa dengan tuduhan pemerasan dan pencucian uang, sejumlah US$150 juta yang berlangsung selama 24 tahun. “Diantara berbagai hal, saya setuju dengan orang-orang lain pada atau sekitar 1992 untuk memfasilitasi penerimaan suap sehubungan dengan pemilihan negara tuan rumah untuk Piala Dunia 1998,” ujar Chuck Blazer.

Disampaikan, hak menjadi tuan rumah Piala Dunia 1998 akhirnya jatuh kepada Prancis setelah mengalahkan penawaran Maroko. Dokumen pengadilan lainnya yang menjelaskan dakwaan-dakwaan, mengatakan Chuck Blazer hadir ketika pihak yang bersekongkol dengan wajah gembira menerima suap di Maroko.

Tak cukup sampai disitu, Chuck Blazer kemudian mengakui bahwa ia dan ‘sejumlah komite eksekutif FIFA lainnya’ sepakat untuk menerima suap terkait pemilihan Afrika Selatan untuk menjadi tuan rumah pada 2010. @gb/andiono

alexa ComScore Quantcast
counter customisable
Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment