Wednesday, June 3, 2015

Security Pelindo III gagalkan penjualan minyak sawit ilegal

Security Pelindo III gagalkan penjualan minyak sawit ilegal

LENSAINDONESIA.COM: Security Pelindo III, Tanjung Perak Surabaya, Rabu (3/6/2015) dinihari, menggagalkan penjualan ilegal 867 jirigen minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) yang akan dimuat ke dalam empat truk.

Empat truk yang akan menerima `kencing` minyak sawit mentah dari sebuah kapal yang biasa melakukan bongkar muat CPO ilegal itu disergap di Dermaga Nilam Utara Pelabuhan Tanjung Perak.

Baca juga: Peningkatan pelayanan Pelindo Tanjung Perak terhambat PP PNBP dan Kapal RoRo support program Short Sea Shipping

Kepala Humas PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Cabang Tanjung Perak, Dhany R Agustian, mengatakan penangkapan dilakukan dalam dua tahap. Pertama pada Selasa (2/6/2015) pukul 10.00 WIB dan kedua pada Rabu (3/6/2015) dinihari tadi.

“Upaya penyelundupan dilakukan lima pelaku dengan cara memindahkan 14 ton CPO dari kapal ke empat unit truk menggunakan jerigen yang telah disiapkan. Karena tidak memiliki ijin, empat truk tersebut ditangkap security Pelindo III kami,” terang Dhany.

“Saat dilakukan penangkapan, salah satu pelaku berusaha mengancam anggota kami menggunakan senjata tajam jenis mandau. Namun setelah melakukan koordinasi dengan seluruh keamanan, mereka berhasil diamankan,” tambahnya

Dhany menjelaskan lebih lanjut, setelah melakukan penangkapan terhadap pelaku penyelundupan minyak sawit mentah tersebut, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Polres Pelabuhan Tanjung Perak. “Guna penyidikan lebih lanjut, pelaku sudah kami serahkan ke pihak Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Dan ke depannya kami akan melakukan komunikasi lebih aktif dengan pihak keamanan terkait,” paparnya.

Masing-masing pelaku adalah Hayek warga Jl Kalimas Hilir II, Abdur Rohman warga Jl Benteng 17 dan Syaifudin warga Jl Teluk Aru Utara 65, Surabaya.

Sementara empat unit truk yang mengakut 867 jirigen minyak sawit mentah, yakni W 8225 UP, L 8014 NT, L 8093 ST, dan Z 9384 YA juga diamankan.

Diketahui rencananya, minyak sawit mentah hasil `kencing` dari kapal itu akan dibawa ke Jl Ikan Lele 45, Surabaya. Namun, Yayuk yang diduga pemilik 14 ton CPO itu hingga saat ini dikabarkan masih berada di Jakarta. @rofik

alexa ComScore Quantcast
counter customisable
Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment