Wednesday, June 3, 2015

Spekulan Jabar kacau pasar jelang Ramadan, Gas langka & sembako naik

Spekulan Jabar kacau pasar jelang Ramadan, Gas langka & sembako naik

LENSAINDONESIA.COM: Hari-hari menjelang bulan suci Ramadan, sejumlah harga sembilan bahan pokok di Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Garut mulai merangkak naik.

Hal itu terpantau di sejumlah pasar tradisional setiap Kecamatan di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Termasuk di pasar induk Ciawitali.

Baca juga: Petani Sawit geram Presiden naikkan pajak ekpor CPO 50 US-Dollar/ton dan Hiswana Migas naikkan harga elpiji, Saifullah Yusuf kaget

Meski begitu, Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dinas Perdagangan Garut, klaim kondisi sembako tetap aman. Seperti pasokan beras, misalnya, aman untuk lima bulan kedepan. Tapi, masyarakat Garut masih dihantui kelangkaan Gas LPG ukuran 3 Kg.

Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Garut menjamin pasokan Gas 3 Kg aman selama Ramadan. Kepastian stok aman ini, pihaknya melakukan pertemuan dengan Himpunan Wirasawasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) pada Rabu (3/6/2015).

Hasil pertemuan tersebut, Ketua Hiswana Migas H Sobur me-klaim, stok Gas ukuran 3 Kg aman dan tidak akan terjadi kelangkaan.

Sekretaris APPSI Garut, Yudi Setia Kurniawan, menegaskan APPSI tetap meminta pihak Hisawana Migas bisa menjaga stabilitas pasokan barang dan mencegah kenaikan harga elpiji 3 kg dari para ulah para spekulan.

“Kami tekankan, Hiswana Migas Garut mengamankan suplai gas berwarna melon dan mencegah kenaikan harga. Sehingga tidak terjadi kelangkaan,” ujar Yudi di kantornya Jalan Samarang Garut.

Ditemui terpisah, Ketua Hiswana Migas, H Sobur berjanji pihaknya bersama para agen distribusi gas 3 kg akan berupaya seoptimal mungkin untuk menjaga stabilitas pasokan dan tidak untuk menaikan harga.

“Kami mengadakan rapat dengan seluruh anggota agen Gas untuk ikut menjaga dan menstabilkan pasokan dan harga. Insya’Allah, pasokan gas 3 kg aman menjelang bulan puasa,” kata Sobur.

Pernyataan Ketua Hiswana Migas, bahwa stok Gas 3 Kg aman dan tidak akan terjadi kelangkaan, faktanya berbeda dengan kondisi pasar. Sekarang ini, malah banyak para pengecer Gas yang mengaku biasanya jual Gas, namun tidak menjual. Dalihnya, ada keterlambatan dalam pendistribusiannya.

Juariyah (35), warga Kecamatan Singajaya di wilayah Garut Selatan. Menurut Juariyah, saat ini didaerahnya terjadi kelangkaan pasokan Gas 3 Kg.Bahkan untuk bisa mendapatkan bahan bakar, masyarakat kerap mencari ke daerah yang lebih jauh.  “Di wilayah kami pasokan Gas sudah langka. Sehingga, kami kesulitan untuk mendapatkannya,” ungkap Juariyah saat diminta tanggapannya.

Dikatakan Juariyah, pihaknya juga meminta jika menjelang Ramadan nanti, pasokan Gas mesti normal. Soalnya, simelon merupakan salah satu kebutuhan yang sangat vital, terlebih untuk memasak buka puasa dan sahur. @taufiq_Akbar

alexa ComScore Quantcast
counter customisable
Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment