Thursday, May 1, 2014

Akhirnya, 34 kabupaten/kota di Jatim merdeka dari malaria

Akhirnya, 34 kabupaten/kota di Jatim merdeka dari malaria




LENSAINDONESIA.COM: Jawa Timur berhasil mengupayakan bebas penularan penyakit malaria di 34 kabupaten/kota. Sukses ini dapat penghargaan sertifikasi eliminasi malaria dari Kementerian Kesehatan.


Sertifikat itu sudah diserahkan pada Hari Malaria Sedunia (HMS) 2014 pada 25 April lalu. Masih ada 4 daerah lagi yang belum menerima sertifikat. Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim berjanji mengupayakan akan menyusul bebas pada tahun 2015. Di antaranya, Kabupaten Pacitan, Trenggalek, Madiun dan Banyuwangi.


Baca juga: Pemprov Jatim harus lebih banyak kirim obat dan dokter dan Awas! Kediri kawasan bahaya DBD


Ansarul Fahruhudda, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Masalah Kesehatan (P2MK) Dinkes Jatim, menyatakan, pihaknya berkomitmen membebaskan Jawa Timur dari penularan penyakit malaria.


“Tahun ini, kita akan fokus kepada empat kabupaten yang belum dapat sertifikasi. Kita akan lakukan upaya, yaitu memberantas sarang nyamuk, menemukan penderita untuk segera diobati serta memberikan kelambu gratis pada empat kabupaten itu,” ujarnya saat ditemui LICOM di Kantor Dinkes Jatim, Jalan Ahmad Yani Surabaya.


Untuk 34 daerah yang menerima sertifikasi itu, artinya di tempat tersebut sudah tidak ada lagi penderita yang tertular. “kalau pun masih ada yang menderita di 34 kabupaten/kota itu, maka penularnnya bukan berasal dari dalam, melainkan dari daerah lain,” paparnya.


Pihaknya menarget seluruh wilayah di Jatim akan terbebas dari penularan malaria pada tahun depan. Dinkes Jatim bersama Dinkes kabupaten/kota bekerjasama dalam hal penanggulangan penyakit malaria.


Terbukti, jumlah penderita malaria yang bisa tertangani dan meninggal di Jatim terus menurun. Tahun 2012, korban malaria yang meninggal tercatat 5 orang di Kabupaten Jember. 2013, korban yang meninggal turun jadi 2 orang, yakni di Kota Madiun dan Kabupaten Mojokerto.


Sedangkan, wilayah yang penderita malarianya tinggi dan tersebar di sejumlah kabupaten/kota, yaitu tahun 2013, ada di Kabupaten Trenggalek sebanyak 155 penderita. Berikutnya di Kabupaten Malang 134 penderita, dan Kabupaten Banyuwangi 130 penderita.


“Data yang ada jumlah penderita penyakit malaria terus menurun. Artinya, upaya pencegahan yang kita lakukan membawa hasil. Bahkan secara nasional, Jatim termasuk daerah low/hijau. Dari 34 provinsi se-Indonesia, Jatim ada di peringkat ke-28 daerah yang rendah malaria,” tukasnya.


Sekedar diketahui, di Indonesia ada 4 daerah yang tercatat paling tinggi penularan penyakit malaria. Yaitu, Papua, Papua Barat, Maluku Utara dan Nusa Tenggara Timur.@sarifa


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment