LENSAINDONESIA.COM: Bandit rampok raja tega yang biasa bekeliaran di Jawa Timur, akhirnya tewas setelah tertembus peluru polisi. Jony (34) tinggal di Krayi, Kec Purwosari Pasuruan ini, sebelumnya dikenal setiap beraksi kejahatan cukup kejam. Tidak sedikit korbannya dilukai dengan senjata tajam, sebelum merampok barang.
Bandit itu tertembak pada Selasa (29/4/2014). Dua butir peluru bersarang di dada kirinya.
Baca juga: Nahloh! 2014, koruptor kelas wahid Jatim bakal terungkap dan Inilah alasan mengapa Jawa Timur disebut sarang koruptor kelas kakap
Bandit ini sudah lama masuk daftar pencarian orang (DPO) Polres Malang, Blitar dan Pasuruan. Terakhir, dia bersama kelompok Muhaimin merampas mobil Mitsubishi Pajero di wilayah Sukorejo, Pasuruan. Mobil dibawa kabur setelah melukai pemiliknya. Sebelumnya, bandit ini juga sempat merampok juragan toko Mas di Malang.
Polisi yang terus memburunya, kemudian menemukan Jony berboncengan sepeda motor dengan temannya melintas di Jalan Kali Rejo Karang sono Lawang. Motor yang digunakan Honda Vario Tekno warna Hitam Putih tanpa plat nomor.
Petugas Subdit IV Jatanras Polda Jatim dipimpin Ipda Fauzi, langsung memotong laju kendaraan bandit ini. Merasa kepepet, Jony mengeluarkan celurit yang diselipkan dipinggangnya dan berusaha menyerang polisi. Pihak kepolisian merasa terancam, memberikan tindakan tegas menembak hingga mengenai dada kiri pelaku. Letusan peluru sebanyak dua kali.
Kasubdit IV Jatanras Polda jatim AKBP Hani Hidayat mengakui, pelaku merupakan DPO karena kerap melakukan perampasan dengan kekerasan. Dia setiap menjalani aksinya selalu berkelompok.
“Dua teman pelaku berhasil dibekuk dan ditahan di Mapolres Blitar. Yakni, Pur dan Silan. Mereka ini terkenal kejam, dan bergabung dengan kelompok Muhaimin,” terang Hani.
Saat dilumpuhkan, di kendaraan pelau terdapat buku nikah beralamat Jl. Raden Fatah Daleman Gg. 1 Kec. Sidoarjo Kab. Sidoarjo. @rofik
0 comments:
Post a Comment