LENSAINDONESIA.COM: Ketua DPD Irman Gusman menilai tokoh-tokoh DPD yang hadir saat dialog “Kebangkitan Asia dalam Dinamika Integrasi Global”, Jumat kemarin (3/4/14) menunjukkan tokoh Malaysia Anwar Ibrahim lebih disukai ketimbang Mahathir.
“Memang betul ada beberapa waktu lalu ada seorang tua dari Kuala Lumpur beri ceramah di kelompok pengusaha, tapi dibandingkan datangnya Pak Anwar agak beda. Kalau di sana yang hadir pengusaha besar, di sini hadir tokoh-tokoh senat,” kata Irman Gusman di Gedung DPD, Jakarta.
Baca juga: Irman Gusman: Pemerintahan SBY gagal dalam pemerataan ekonomi dan Irman Gusman: Saya hanya dibantu anggota DPD saja jadi Capres
Anwar memberikan dialog bertemakan ‘Kebangkitan Asia dalam Dinamika Integrasi Global’. Irman mengatakan tema tersebut penting karena saat ini, poros pertumbuhan ekonomi dunia telah bergeser dari kawasan Amerika dan Eropa ke kawasan Asia.
“Asia diramalkan akan menjadi kekuatan ekonomi baru, sebagaimana yang ditulis John Naisbitt dalam buku Megatrends ASIA,” tandasnya
Soal pertumbuhan ekonomi, Anwar menilai Malaysia dan Indonesia merupakan 2 negara yang digolongkan oleh Bank Dunia. Memiliki catatan pertumbuhan ekonomi yang menakjubkan. Keduanya juga sama seperti Cina di mana ratusan juta penduduknya terlepas dari derita ekonomi.
“Soal laporan itu, saya yang saat itu pernah jadi Menteri Keuangan Malaysia dengan sopan, mengatakan kita akui pertumbuhan tapi ini disebut sukses tidak tepat. Masih ada korupsi yang sistemik, perbedaan kaya miskin masih lebar. Jadi saya ingatkan jangan kita terpukau dengan puji-pujian, karena pertumbuhan baru terasa kalau ada kepedulian pada rakyat,” tandasnya
Beberapa waktu lalu, mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad berkunjung ke Indonesia kemudian menyambangi rumah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Seakan tak mau kalah, mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim juga mendatangi Indonesia atas undangan Ketua DPD Irman Gusman. @endang
0 comments:
Post a Comment