LENSAINDONESIA.COM: Wakil Sekjen Partai Demokrat Ramadhan Pohan, mengumumkan partainya akan menentukan sikap paling lambat pada 15 Mei nanti. Sejauh ini, opsi Partai Demokrat masih terbuka apakah merapat ke Prabowo Subianto, Aburizal Bakrie, Jokowi atau membuat poros sendiri.
“Nanti pertengahan Mei ada pertemuan di internal. Kita lihat diskusi kemarin itu ada opsi kemana. Opsi ke atas, apa ke Prabowo atau Ical atau ke Jokowi atau memimpin poros dengan cukup dua partai tambahan,” ungkap Ramadhan saat menghadiri survei SMRC di Jakarta, Minggu (4/5/2014).
Baca juga: Sekjen PENA' 98 tuding aktifis bela Prabowo, syawat hidup sejahtera dan Mahathir dukung Jokowi, Anwar lebih fair soal siapa pengganti SBY
Dirinya menyakini, pertarungan di Pilpres nanti akan ditentukan suara Demokrat ke arah mana memilih capres. Dalam hasil hitung cepat, Demokrat meraih sekitar 9-10 persen suara.
“Jadi kalau bandul itu diberikan pada Pak Prabowo tentu Pak Prabowo yang akan menang, Itu posisi signifikan dan strategis Pak SBY,” ujarnya. Artinya, kalau bandul Demokrat jatuh ke Prabowo, Ketua Umum Partai Demokrat SBY akan mendukung full untuk all aout memenangkan Prabowo pada Pilpres 9 Jilu mendatang.
Dia melihat masih banyak terjadi kemungkinan soal koalisi. Termasuk bergabungnya poros baru, Demokrat, PKB dan PAN untuk mengusung capres dari hasil konvensi Demokrat.
“Saya kira belum ada yang resmi, hanya NasDem yang enggak pakai neko-neko, yang lain masih ngayun,” pungkasnya.
Diketahui, dalam hasil hitung cepat pemilu legislatif, PDIP mendapat kisaran 19 persen, Golkar 15 persen dan Gerindra 11 persen. Ketiga partai ini harus membentuk koalisi hingga 25 persen suara nasional atau 20 persen kursi parlemen untuk bisa mencalonkan presiden sesuai UU Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden. @kiki_budi_hartawan.
0 comments:
Post a Comment