LENSAINDONESIA.COM: Salah satu wartawan olahraga media online nasional babak belur jadi korban pengeroyokan aparat kepolisian saat melakukan peliputan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan-Jakarta, Minggu (4/5/14).
Jurnalis online aktual.co bernama Febrianto, mengaku tidak menyangka mendapat menjadi korban kekerasan yang dilakukan oknum-oknum aparat kepolisian bergaya ala Rambo di depan publik.
Baca juga: Ruhut sepakat kader Demokrat Benny jadi Hakim MK gantikan Akil dan Walikota Surabaya `takut` hadapi demo wartawan
Menurutnya, peristiwa itu semua dirinya dipukul satu oknum, namun kemudian beberapa oknum kepolisian menggebukinya mirip menggebuki pencuri. Kejadiannya, saat dirinya tengah mencoba melerai terjadinya perkelahian antar suporter di tribun VI SUGBK.
“Saat itu, ada aparat yang melakukan pemukulan terhadap suporter Persija. Saya tidak ingin polisi citranya jelek karena main pukul begitu, saya berupaya misah, tiba-tiba polisi ganti maen pukul kepada saya dan nyeret saya,” ceritanya.
Tak hanya itu, kata Febri, saat dirinya memisah sebenarnya sudah mengaku seorang jurnalis, bahkan sudah teriak-teriak sebagai jurnalis saat menghadapi keselamatannya bahaya. Tapi, teriakannya tak dihiraukan, malahan beberapa oknum polisi mengeroyok dan melancarkan pukulan dan tendangan bertubi-tubi ke tubuh dan wajahnya.
“Semua polisi yang ada dideket gue memukuli saya semua,” keluhnya.
Pengeroyokan baru berhenti setelah para oknum itu puas menghajar dirinya. “Karena saya terus teriak wartawan, mereka setelah puas menghajar, lalu berhenti,” kata Frebrianto.
Akibat peristiwa itu, Febri didukung semua wartawan olahraga yang biasa meliput kegiatan PSSI akan membuat laporan resmi Ke Polda Metro Jaya untuk minta Kapolda menindak tegas anak buahnya. “Bagaimana mereka bisa jadi pelindung masyarakat kalau tidak paham hukum bahwa profesi wartawan dilindungi undang-undang,” kata Febri sembari menahan rasa sakit wajahnya yang bengkak akibat dihajar oknum-oknum polisi itu. @rusdi_muhammad
0 comments:
Post a Comment