LENSAINDONESIA.COM: Masa awal kampanye dimulai, tak menyurutkan banyak pihak mempertegas dukungannya. Kali ini,
buruh-buruh mendeklarasikan dukungan kepada Capres-Cawapres Joko Widodo-Jusuf Kalla di Rumah Susun Pelindo, Cilincing, Jakarta Utara pada Rabu (4/6/14).
Para buruh itu yang diwakili ratusan orang itu mengatasnamakan buruh 30 pelabuhan di indonesia terdiri dari dua organisasi, seperti Konfiderasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSPMI) dan Buruh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM). Dua organisasi buruh pelabuhan ini juga menyatakan bergabung kepada Aliansi Rakyat Merdeka (ARM) untuk memenangkan pasangan capres-cawapres nomor urut dua.
Baca juga: Prabowo pidato tegas 8menit, aturan KPU 5menit, Jokowi patuh 4,5menit dan Sosiolog Unesa: Gaya blusukan Capres hanya 'kosmetik'
Mereka berkumpul dan melakukan orasi untuk meneguhkan dukungannya. Dari pantauan LICOM, nampak mereka menggunakan kaos seragam warna putih kombinasi merah. Di kaos mereka tertulis “ARM, Presidenku Joko Widodo, Jujur, Merakyat dan Sederhana”.
Selain itu, juga nampak spanduk yang terbentang di panggung dan tembok-tembok rumah. Tidak hanya laki-laki yang
hadir dan siap melakukan konsolidasi, tapi juga kaum hawa akan turut serta memenangkan pasangan Jokowi-JK. Dalam
deklarasi itu, mereka dihibur dengan musik dangdut yang menjadi kesukaan kelas menengah ke bawah.
Ketua Umum FSPMI, Moh. Jumhur Hidayat mengungkapkan, pihaknya yang tersebar di 30 pelabuhan akan mengajak dan
mendatangi masyarakat untuk memperkenalkan sosok dan figur capres-cawapres yang diusung lima partai politik,
yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Hanura, Partai
NasDem dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) tersebut.
“Jaringan kita di 30 pelabuhan. Kita sudah sepakat untuk memperjuangkan Jokowi-JK,” ujar Jumhur dan mendapat
teriakan “Hidup Jokowi-JK, Hidup Jokowi-JK.
Jumhur yang juga deklarator ARM ini mengaharapkan, pihaknya terus bekerja keras dan sungguh-sungguh untuk mensosialisasikan tentang perstasi Jokowi-JK yang menjadi dua putra terbaik bangsa yang dihuni sekitar 250 juta
jiwa manusia ini. Ia meyakini, jika Jokowi-JK memimpin Indonesia maka para buruh akan mendapatkan perhatian yang lebih positif.
“Kita punya keyakinan jika Pak Jokowi-JK memimpin negara beliau-beliau ini pasti mendahulukan kepentingan umum,
seperti kaum buruh yang ada di pelabuhan. Pasti ada pembenahan pelabuhan. Para buruh juga pasti diperlakukan lebih manusiawi,” jelasnya.
Untuk memperkenalkan sosok dan figur Jokowi-JK, jumhur menjelaskan, tidak hanya dilakukan di anggota internalnya
saja, namun harus terus bergerak ke pihak eksternal yakni masyarakat umum. ARM mengaku sudah menyediakan puluhan
ribu stiker, pin, panflet, spanduk, baliho, dan alat praga lainnya akan dibagikan kepada masyarakat untuk
menjelaskan tentang sosok dan figur Jokowi-JK.
“Kerja-kerja dari kita bukan hanya dianggota, tapi bisa menyebarkan kepada teman-teman kita, tetangga kita memilih dan memenangkan Jokowi,” himbau mantan Kepala BNP2TKI ini.
Stiker Jokowi-JK itu, kata Jumhur tidak hanya dipasang di rumah-rumah, namun juga di mobil, bus, sepeda motor, dan mobil konteiner yang keluar masuk pelabuhan. Langkah semacam ini dilakukan lantaran cukup efektif untuk memperkenalkan sosok Jokowi-JK.
“Itu harus dimotori oleh FSPMI, ARM dan serikat-serikat buruh lainnya yang sudah bulat dan bertekad mendukung dan
memenangkan Jokowi,” pintanya.
Jumhur pun menegaskan, baik fiderasi maupun serikat buruh harus mampu menghindari intrik dan fitnah dengan sesama
anggota dan pengurus, lantaran hal itu dapat melemahkan perjuangan organisasi. FSPMI, lanjutnya, juga harus membangun kerjasama dengan sesama serikat buruh dalam berjuang, karena tidak akan ada keberhasilan yang maksimal apabila berjuang sendiri.
“Kerjasama ini terutama dengan serikat pekerja atau serikat buruh yang ada di pelabuhan-pelabuhan di Indonesia,” tegasnya.
Jumhur kembali mengungkapkan, pekerja buruh pelabuhan harus mendapatkan perhatian khusus, karena pelabuhan menjadi beranda utama Indonesia. Selain kesejahteraan pekerja harus ditingkatkan, Jumhur juga mengatakan pemerintah harus menetapkan sektor pelabuhan sebagai sektor unggulan sehingga pekerja pelabuhan berhak memperoleh upah minimum sektoral.
“Disamping itu, fasilitas kerja yang memadai di tempat kerja bagi pekeja haruslah diadakan. Perlu juga
mengevaluasi semua aturan yang terkait dengan serikat pekerja maritim di Pelabuhan yang berlaku saat ini, untuk
kemudian mengambil langkah nyata memperjuangkan aturan baru,” pungkasnya. @yuanto
0 comments:
Post a Comment