LENSAINDONESIA.COM: PLT Kasudin Dikmen Kota Administrasi Jakarta Timur, Nasrudin mengancam akan menindak Kepala
Sekolah SMAN 48 Jakarta, karena membawa 250 muridnya Studi Tour ke Bali, mengabaikan izin Dikmen (Pendidikan Menengah) Jakarta Timur.
“Belum ada laporan ke Sudin, kami akan mengecek langsung ke sekolah SMN 48, dan akan menindaknya jika hal tersebut benar,” singkat Nasrudin.
Baca juga: Ceroboh, SMAN 48 Jakarta bawa 250siswa ke Bali tanpa izin Dispendik dan KBM terganggu lantaran Gedung SMKN 48 rusak
Seperti diberitakan, SMAN 40 Jakarta memberangkatkan 250 siswa dengan dalih studi tour ke Bali dengan biaya Rp2,5 juta
per murid. Disayangkan, kepergian siswa meninggalkan Jakarta dengan tujuan Bali itu tanpa minta izin pihak Dinas Pendidikan Jakarta Timur.
Kepala Sekolah SMAN 48 Jakarta Markorijasti membantahnya, dan mengatakan izin sedang diproses. Bahkan, dia juga ngatakan bahwa keinginan ke Bali atas kehendak orang tua murid. Artinya, bukan kehendak sekolah.
Pengakuan Kepala Sekolah itu ternyata bertolak belakang dengan pernyataan kasudin Dikmen Jakarta Timur. “Belum ada laporan ke Sudin,” tegas Kasudin Nasrudin lagi.
Bahkan, yang disayangkan jika Kepala Sekolah sedang memproses izin, atau belum mengantongi kenapa sudah berani nekad memberangkatkan siswa. Padahal, berlibur ke Bali dengan jumlah 250 siswa tidak cuma butuh perhatian khusus untuk keselamatan. Tapi, sekaligus perlu pengawasan ekstra karena siswa terdiri putra dan putri. @endang_87
0 comments:
Post a Comment