Tuesday, June 3, 2014

DMI: Pengawasan khutbah oleh PDIP di masjid tidak etis

DMI: Pengawasan khutbah oleh PDIP di masjid tidak etis




LENSAINDONESIA.COM: Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Surabaya menyayangkan adanya instruksikan dari Partai Perjuangan Demokrasi Indonesia (PDIP) untuk mengawasi para khotib saat melakukan khutbah Jumat di masjid.


Ketua DMI Kota Surabaya Arif Afandi menilai, hal itu tidak patut karena negara Indonesia menjamin kebebasan kepada warganya untuk melakukan ibadah, tanpa ada pembatasan dan pengawasan.


Baca juga: Rangkul Ulama, Jokowi-JK hadiri Silatnas PKB dan Luhut Panjaitan beber kelemahan Jokowi


“Siapapun yang mengeluarkan pernyataan itu saya kira tidak patut. Karena khotbah Jumat adalah bagian dari ibadah umat Islam, maka tidak perlu dibatasi atau diawasi. Negara saja menjamin kebebasan beribadah,” ujarnya saat dikonfirmasi LICOM, Selasa (03/06/2014).


Khutbah setiap hari Jumat yang dilakukan oleh para khotib tersebut bertujuan untuk memberikan pencerahan kepada jamaah. Mantan wakil walikota ini meyakini dalam setiap khutbah tidak ada provokasi atau apapun yang mengarah pada kepentingan politik.


“Kalau provokasi untuk melakukan kebaikan ada karena khutbah adalah mengajak berbuat taqwa,” cetusnya.


Dia juga yakin para khotib dalam menyampaikan berkhutbah juga tahu batas-batas dan tidak provokatif. Pihaknya juga tidak setuju jika para khotib dianggap menebarkan provokasi kejelekkan kepada para jamaah.


Selain itu, dengan adanya instruksi yang ditujukan untuk kepentingan pemenangan pasangan Jokowi-Jusuf Kalla di Pilpres nanti justru akan membuat kenyamanan beribadah umat Islam terganggu. Sama halnya jika intruksi tersebut diberlakukan kepada agama lain.


“Apakah agama lain juga nyaman jika dalam beribadah penceramahnya diawasi karena dianggap memprovokasi jamaah. Sudah bukan jamannya lagi seperti itu,” tambahnya.


Seperti diketahui, Eva Kusuma Sundari, anggota Tim Sukses Jokowi-JK mengakui jika pihaknya memang meminta kepada kader partai yang beragama Islam untuk melakukan aksi intelijen di masjid-masjid.


Eva beralasan kampanye hitam terhadap pasangan Jokowi-JK banyak terjadi di masjid-masjid. Bahkan para kader PDIP juga diminta untuk merekam khutbah yang disampaikan oleh para khotib di masjid.@sarifa


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment