LENSAINDONESIA.COM: Menteri Pertanian Republik Indonesia Suswono mengatakan, lahan pertanian mengalami defisit 60 ribu hektar per tahun.
Defisit itu terjadi karena alih fungsi lahan pertanian yang hampir terjadi di seluruh daerah di Indonesia. Lahan-lahan produktif pertanian itu beralih fungsi menjadi kawasan pemukiman, perkantoran, pertokoan dan lain sebagainya.
Baca juga: Kelompok tani berharap ada teknologi baru di Kabupaten Malang dan Dibuka SBY, Penas XIV dipusatkan di Malang
“Untuk mengembangkan pertanian di Indonesia banyak persoalan yang sulit ditasi. Di antara persoalan itu adalah masalah ketersediaan lahan pertanian yang terus menyusut. Dalam setiap tahun lahan pertanian produkti mengalami defisit 60 ribu hektar,” Suswono dalam acara pra-pembukaan Pekan Nasional Konak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) XIV di Pendopo Kabupaten Malang, Kamis (05/06/2014).
Menurutnya, bila alih fungsi lahan itu terus terjadi, maka tidak menutup kemungkinan lahan pertanian yang produktif akan semakin berkurang hingga menjadi kritis. Kondisi itu akan berdampak pada produktivitas pangan di Indonesia.
Jika produksi pangan terus menurun, lanjut Suswono, maka ketahanan pangan akan terancam. Solusi yang menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi, tidak ada jalan lain harus impor.
Karena itu, dia meminta agar para kepala daerah, terutama bupai dan wali kota untuk mempertahankan lahan pertanian produktif agar tidak beralih fungsi.
“Harapan kita hanya ada pada Bupati dan Wali Kota. Ya, kita minta agar benar-benar selektif, sehingga lahan pertanian produktif itu tetap bisa dipertahankan,” harapnya.@aji_dr_putut
0 comments:
Post a Comment