LENSAINDONESIA.COM: Gubernur Jawa Timur Soekarwo berencana mengajak serta para mahasiswa untuk turun ke Dolly Surabaya untuk melakukan persiapan penutupan lokalisasi terbesar se Asia Tenggara ini.
Ajakan ini dilakukan untuk menanggapi permintaan para mahasiswa yang tergabung dalam sejumlah organisasi, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) untuk minta dilibatkan dalam penutupan Dolly.
Baca juga: Pesangon Mucikari Lokalisasi Dolly dicairkan Pemprov Jatim dan Bocah TK dukung Walikota Surabaya tutup Lokalisasi Dolly
“Mereka ingin berpartisipasi dan ingin terlibat. Rencananya mereka akan dilibatkan dalam pengawalan dan pendampingan pasca penutupan (Dolly),” cetus Soekarwo, Senin (16/60/2014).
Sementara, soal teknis pendampingan yang dilakukan dengan mahasiswa, pihaknya mengaku masih akan membicarakan lebih lanjut. “Ya nanti dicarikan selanya yang harus dilakukan mahasiswa itu apa aja,” terangnya.
Seperti diketahui, rencana penutupan lokalisasi Dolly dipastikan akan dilaksanakan pada 18 Juni nanti. Semua pihak sudah mempersiapkan dengan matang upaya penutupan dalam kewenangan Pemkot Surabaya. Nantinya, penutupan akan dibantu langsung oleh Kementerian Sosial.
Soal uang pesangon bagi para penghuni lokalisasi, seperti PSK dan mucikari juga sudah siap. Khusus untuk pesangon mucikari menjadi tanggungan Pemprov Jawa Timur. Bahkan uang sebanyak Rp 1,5 miliar untuk 311 mucikari juga sudah dicairkan oleh Gubernur Jatim.
“Uang sudah cair, sudah saya tanda tangani juga, sekarang ada di brankas, dibaginya nanti tanggal 18 (Juni) waktu penutupan itu,” pungkas Soekarwo.@sarifa
0 comments:
Post a Comment