LENSAINDONESIA.COM: Walikota Surabaya Tri Rismaharini rupanya tak main-main dalam menyulap Lokalisasi Dolly menjadi kawasan bisnis dengan sejumlah fasilitas umum, setelah penutupan kawasan prostitusi terbesar se-Asia Tenggara itu nanti.
Tak tanggung-tanggung, Wisma New Barbara milik Saka yang dilengkapi lift dengan enam lantai itu dibeli dengan harga fantastis, yakni Rp 9 miliar. Rencananya, bangunan enam lantai itu nantinya akan dialih fungsikan menjadi sentra pedagang kaki lima (PKL). Selain itu di belakangnya akan dibangun lapangan fustal untuk warga setempat.
Baca juga: Ribuan personel polisi tetap siaga Lokalisasi Dolly dan Usai lebaran, Dolly dan Jarak steril prostitusi
“Saat ini di Lokalisasi Dolly, kami sudah memiliki 10 titik lokasi. Tapi luasnya masih kecil-kecil. Nanti juga akan dibangun kantor Polsek Sawahan di Dolly ini,” terang Walikota Surabaya yang akrab dipanggil Risma ini.
Walikota Surabaya ini juga mengklaim saat ini sudah ada beberapa warga yang mengajukan diri agar mendapat pelatihan montir, sehingga tak menutup kemungkinan, wisma-wisma yang sudah dibeli Pemkot Surabaya nantinya sebagian akan diubah menjadi bengkel.
“Selain pelatihan montir, saya juga baru saja mendapat kabar, ada tiga PSK Lokalisasi Dolly minta didata agar dapat dana kompensasi. Mudah-mudahan mereka bisa dapat karena dana dari Kemenson sekarang cuma untuk 1449 PSK,” sambung Risma.
Sementara salah satu pemilik wisma di Lokalisasi Dolly, Johan menegaskan, para PSK dan mucikari tetap akan buka hingga H-2 bulan ramadhan. Tahun ini ada perpanjangan buka karena tahun lalu, aktivitas mulai tutup adalah H-3 Rmadhan.
Menurutnya, perpanjangan hari buka ini sebagai bentuk sikap perlawanan atas penutupan Lokalisasi Dolly. “Kalau bulan Ramadhan kan memang tutup. Tahun-tahun lalu juga seperti itu. Tapi untuk tahun ini, setelah Lebaran kami akan buka lagi seperti biasa. Kalau ada razia dari aparat, tentu akan kami lawan,” ancam pria ini. @iwan_cristiono
0 comments:
Post a Comment