Friday, June 20, 2014

Pengamat: Pemimpim memang harus “blusukan”

Pengamat: Pemimpim memang harus “blusukan”




LENSAINDONESIA.COM: Pengamat politik Yunita Mandolang mengungkapkan, blusukan yang dilakukan Jokowi adalah sebagai bagian tugas dari seorang birokrat. Namun, bagi Prabowo, blusukan merupakan pekerjaan utamanya saat menjadi tentara. Padahal, menurutnya blusukan harus diartikan dengan luas, agar pemimpin tau kondisi masyarakat yang sebenarnya.


“Pekerjaan utama tentara justru blusukan. Tentara selalu berada di tengah-tengah masyarakat, dekat dengan mereka. Meski pasukan elit, Prabowo pernah ditempatkan dimana saja,” kata Yunita Mandolang, Jakarta, Jum’at (20/06/2014).


Baca juga: Perang purnawirawan jenderal dalam Pilpres hanya demi jabatan dan Konsorsium Pemuda desak elit hentikan perang politik tak mendidik


Menurut dia, masyarakat terlanjur mengidentikan tentara dengan perang dan sejata. Itu membuat peran tentara dalam membantu berbagai persoalan masyarakat terlupakan. Mulai membangun desa hingga membantu korban bencana menjadi bagian tugas tentara.


“Saat ada bencana seperti tsunami, siapa duluan yang menolong korban? Tentara. Masa Orde Baru, bahkan ada program ABRI masuk desa. Masyarakat lupa itu,” jelasnya yang juga merupakan Kepala Riset Indonesia Research Centre (IRC).


Sebagai tentara, Prabowo bahkan harus bertaruh nyawa dalam bertugas. Misalnya, saat memimpin operasi pembebasan sandera Mapenduma pada Januari 1996.


“Kalau ada masalah, tentara duluan yang maju,” pungkasnya. @endang


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment