LENSAINDONESIA.COM: Karena kalap lantaran ajakan rujuk ditolak sang istri, Maino (40) warga Desa Tokawi, Kecamatan Nawangan, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur nekat membacok Wiji Astuti (35) istrinya dengan sebilah golok, Rabu (06/08/2014).
Bukan hanya Wiji Astuti, Sumarini (40) kakak ipar Maino juga mengakami luka serius akibat sabetan senjata tajam itu.
Baca juga: Ratusan warga Pacitan keracunan makanan hajatan dan HUT Kemerdekaan RI, 5 napi Pacitan bebas
“Dia (Maino,Red) mau ngajak saya ke Solo (Jawa Tengah). Kalau keluarga tidak boleh, akan dihabisi semua,” kata Wiji Astuti yang terbaring di ruang rawat inap Puskesmas Pakisbaru dengan suara lirih, Rabu (06/08/2014).
Dari keterangan yang dihimpun, kejadian itu bermula saat kedua korban sedang bersantai di rumah. Tiba-tiba pelaku datang dengan membawa sebilah golok. Pelaku yang berasal dari satu desa dengan korban itu bermaksud mengajak istrinya itu rujuk. Sebab, selama ini pasangan suami istri itu diketahui telah pisah ranjang. Maino dan Wiji Astuti menikah sejak tahun 2008 silam.
Rupanya ajakan pelaku untuk rujuk tidak dikabulkan. Apalagi Sumarni sempat melarang Wiji dibawa ke Solo karena kondisinya masih sakit. Ucapan itu
rupanya membuat maino naik pitam. Lantas cek-cok pun terjadi. Melihat situasi yang kian memanas, Sumarni berusaha melerai. Hanya saja upaya itu malah membuat pelaku kalap dan mengayunkan golok yang telah dibawa sebelumnya.
Tebasan senjata tajam itu menyambar pelipis kanan dan pinggang Sumarni. Seakan tidak puas, Maino kemudian membacok istrinya, tepat di bagian punggung.
Merasa nyawanya terancam, Wiji lantas berteriak-teriak minta tolong ke warga sekitar. Mendengar terikan itu warga kemudian berdatangan dan pelaku memilih kabur.
Melihat dua kakak beradik tumbang bersimbah darah, warga pun membawa mereka ke Puskesmas terdekat. Namun karena lukanya yang cukup parah, Sumarni akhirnya dibawa ke salah satu rumah sakit di Kabupaten Ponorogo. “Saya berteriak-teriak minta tolong,” ucapnya.
Polisi yang mendapatkan laporan tindak penganiayaan kemudian mendatangi lokasi. Dari tempat kejadian perkara (TKP) aparat mengamankan barang bukti berupa sebilah golok dan pakaian milik Wiji.
Kasi Humas Polsek Nawangan Aiptu Widodo, pihaknya saat ini masih memburu pelaku yang sempat melarikan diri. “Kita masih memburu pelaku yang kabur,” terangnya.
Terpisah, Kepala Satuan Reserse Dan Kriminal (Kasatreskrim) Polres Pacitan, AKP Hendro Tri Wahono menyatakan jajarannya membantu mengejar pelaku. Termasuk menyisir lokasi-lokasi yang dicurigai sebagai tempat persembunyian Maino. “Kita akan back up penuh upaya pencarian pelaku,” tandasnya.@arso
0 comments:
Post a Comment