Tuesday, August 5, 2014

Antisipasi penimbunan, Kapolres Madiun pantau distribusi solar

Antisipasi penimbunan, Kapolres Madiun pantau distribusi solar




LENSAINDONESIA.COM: Kapolres Madiun, AKBP Rahmad Setyadi terus melakukan sidak dan turun ke sejumlah SPBU untuk mamantau distribusi dan penjualan BBM jenis solar bersubsidi. Upaya ini dilakukan terkait adanya antrian panjang pembeli solar dua hari terakhir akibat pemberlakukan jam layanan oleh pemerintah.


SPBU yang dituju pertama kali yakni SPBU yang berada di wilayah Kecamatan Geger tepatnya di Desa Purworejo. SPBU yang berada dipinggir jalan raya Madiun – Ponorogo, tampak antrian pembeli BBM khususnya solar mengantri hingga mencapai jalan raya dan hal tersebut membuat polisi harus mengatur arus lalu lintas agar tidak macet total.


Baca juga: Wartawan tak bisa bebas meliput di wilayah Polresta Madiun dan Kebakaran Gedung PLN Madiun masih misterius, tunggu hasil Labfor


KBP Rahmad Setyadi kepada lensaindonesia mengatakan, dari hasil wawancara, pengamatan serta informasi dari intelejen yang masuk, selama dua hari ini terjadi antrian di beberapa SPBU terutama yang menjual solar bersubsidi.


Menurutnya, dalam hal ini ada dua faktor yang mempengaruhi, pertama saat ini area di Madiun telah masuk musim tanam jadi mereka membutuhkan solar guna menghidupkan mesin diesel untuk pengairan sawah. Seperti diketahui di Kabupaten Madiun petani lebih cenderung menggunakan air sumur dari pada air sungai. “Yang kedua, hari ini merupakan pasca hari kedua dimana orang orang kembali beraktifitas seperti semula dan mereka membutuhkan bahan bakar minyak khususnya solar serta dunia industri yang butuh solar untuk kegiatan operasional,” terang Rahmad Setyadi disela sidak,” Selasa (05/08/2014) siang.


Saat sidak Kapolres sempat berdialog dengan para pembeli khususnya solar, dan alasan yang sama di sebutkan bahwa mereka membeli solar untuk menghidukan pompa air agar bisa bercocok tanam.


“Jadi pembatasan penjualan solar subsidi di areal SPBU tertentu belum kelihatan dampaknya, antrian panjang yang terjadi saat ini di beberapa titik SPBU lebih ke dua faktor tersebut,” pungkas AKBP Rahmad Setyadi.@dhimaz_adi


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment