Sunday, August 10, 2014

Bhayangkari Surabaya sulap lahan kantor polisi jadi kebun

Bhayangkari Surabaya sulap lahan kantor polisi jadi kebun




LENSAINDONESIA.COM: Bhayangkari Cabang Kota Surabaya melaksanakan kegiatan cinta lingkungan dengan cara memanfaatkan lahan kosong di kantor polisi.


Minggu (10/08/2014) para istri anggota Polri ini menyulap sebuah lahan kosong yang berada di area asrama polisi (Aspol) Polsek Rungkut, menjadi perkebunan yang ditanami berbagai macam sayuran.


Baca juga: Puluhan massa tuntut empat tersangka kerusuhan Dolly dibebaskan dan Polrestabes Surabaya gerebek gudang makanan impor ilegal


Meski lahan cukup sempit, namun dengan teknik yang cermat, lokasi tersebut berhasil dijadikan perkebunan dengan berbagai macam jenis sayur. Sayuran yang tumbuh subur di kebun ini diantaranya cabai, kobis, seledri, tomat, pare dan beberapa sayuran lainnya.


Penanaman sayuran di area Aspol tersebut dimaksudkan agar area yang minimalis dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk berkebun, terutama tanaman sayur.


Ogie Setija Junianta, Ketua Bhayangkari Cabang Kota Surabaya mengatakan, pihaknya menjadikan area Aspol menjadi Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Hal ini bertujuan untuk menjadikan lahan kosong lebih bermanfaat untuk warga di sekitarnya.


“KRPL ini merupakan program dari Ketua Bhayangkari Daerah, yang mengintruksikan kepada pengurus cabang untuk memanfaatkan lahan yang kosong, untuk ditanami tanaman yang berguna. Sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat pada umumnya dan anggota Bhayangkari pada khususnya,” kata istri Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Setija Junianta ini kepada lensaindonesia.com.


Dia menambahkan, setelah melakukan survey, Polsek Rungkut yang memiliki Aspol dimana masih ada lahan kosong yang tepat untuk dijadikan sebuah perkebunan. Sedangkan polsek lainnya tidak memiliki Aspol.


“Selain itu, pengurus ranting Bhayangkari Polsek Rungkut sudah lama memanfaatkan lahan kosong yang ada untuk berkebun meski tidak selengkap sekarang,” ujarnya.


Pemanfaatannya KRPL sendiri, kata dia, melakukan penanaman dengan menggunakan dua sistem, yaitu holtikultura dan tabulapot. Sistem holtikultura, memanfaatkan lahan yang kosong untuk ditanami, sementara untuk Tabulapot, dengan menggunakan bahan-bahan bekas, seperti paralon, bambu, galon, dan pot. Sehingga masing-masing anggota bisa menanam tanaman di halamannya masing-masing.


“Jadi barang-barang bekas ini bisa dimanfaatkan untuk menanam tanaman yang bisa menunjang pemenuhan gizi,” kata istri Kapolrestabes Surabaya ini.


Selain memberikan manfaat dalam hal pemenuhan gizi, karena terdapat bermacam-macam sayuran di sekitar Aspol, pembuatan KRPL ini juga dalam rangka HKGB ke 62, dan akan diperlombakan di tingkat daerah Jawa Timur.@rofik


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment