LENSAINDONESIA.COM: Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menyatakan akan ikut memerangi gerakan kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), terutama di Jatim.
Bahkan pengurus PWNU Jatim mengklaim telah memiliki peta kekuatan ISIS yang juga jaringan Alqaidah itu.
Baca juga: Panglima TNI di Padepokan Iwan Fals diskusi bahaya ISIS dan Polres Lamongan tangkap juragan ikan diduga anggota ISIS
Sekretaris PWNU Jatim, A Muzakki mengatakan pintu masuk ISIS di Jatim ada tiga titik yakni Malang, Ngawi dan Lamongan.
“Di Jatim jumlahnya masih puluhan, tapi mereka pandai memanfaatkan media sosial, meski mereka sebenarnya hanya pandai main klaim. Karena itu kita sikapi ISIS sesuai dengan hasil pemetaan yang kita punya,” paparnya, Minggu (10/08/2014).
Pria yang juga Dosen UIN Sunan Ampel Surabaya ini menilai, ISIS merupakan ideologi yang mudah mengkafirkan orang lain. Mengatasi hal itu, PWNU Jatim akan lebih memperkuat “Aswaja Center” di seluruh wilayah Jatim. Serta melalui lembaga pendidikan milik NU untuk memasyarakatkan ideologi Aswaja.
“ISIS juga memiliki basis material yang kuat, karena mereka menguasai ladang-ladang minyak di Irak dan Syria. Kami (PWNU Jatim) akan memperkuat basis ekonomi wargan melalui toko-toko komunitas ala bazar agar mereka tidak mudah dirayu kelompok radikal,” katanya.
Selain itu, pihaknya mengaku telah menjalin kerjasama dengan pemerintah, TNI/Polri dan organisasi kemasyarakatan lainnya untuk menyikapi ISIS sebagai bentuk ancaman bagi NKRI. “Jangan bicara soal teori konspirasi, tapi mereka jelas ancaman NKRI,” cetus dia.
Sebelumnya, KH Hasan Muttawakil Alallah, Ketua Tanfidziah PWNU Jatim menyatakan mendukung rencana Pemprov Jatim yang akan menerbitkan peraturan gubernur (Pergub) tentang pelarangan masuknya ISIS ke Jatim.
“Sangat kita dukung agar ada Pergub yang isinya lebih detail dan lebih konkret dari apa yang diterbitkan oleh pemerintah pusat,” ungkapnya.
Menurutnya, keberadaan Pergub menjadi payung hukum untuk menindak orang-orang yang menyebarkan ajaran ISIS di Jawa
Timur. Selain itu, para ulama dan masyarakat yang termasuk dalam komunitas NU telah mengetahui ajaran yang disampaikan oleh ISIS termasuk menyimpang dari dakwah Islami di Indonesia.
“Sayangnya masyarakat awam masih banyak yang belum mengetahui paham yang dibawa ISIS. Kami sangat mendukung ajaran ISIS dilarang masuk ke Indonesia, terlabih di Jawa Timur,” tutup Kiai Muttawakil.@sarifa
0 comments:
Post a Comment