Sunday, August 3, 2014

Dedek tega membunuh SPG cantik karena tawarannya ditolak

Dedek tega membunuh SPG cantik karena tawarannya ditolak




LENSAINDONESIA.COM: Motif pembunuhan terhadap sadis terhadap seorang Sales Promotion Girl (SPG) cantik bernama Fatma Sari Wijaya (17) di Kota Semarang, Jawa Tengah akhirnya terungkap.


Dedek Syahrial (23), pelaku pembunuhan mengaku dirinya kesal lantaran tawaran obat herbal ditolak oleh korban di rumah kontrakannya.


Baca juga: Pembunuh SPG cantik Semarang tertangkap dan SPG cantik di Semarang tewas dengan luka tusuk di leher


Dari informasi yang diperoleh, pelaku datang ke rumah korban Fatma Sari Wijaya (18) di Kampung Batik Tengah nomor 489 kelurahan Rejomulyo, Semarang Timur sekitar pukul 11.00. Saat itu korban di rumah sendiri karena ibunya, Oeik Hok Jhon (52) sedang bekerja.


Saat itu, Dedek menawari obat herbal dagangannya dan melakukan pemeriksaan menggunakan garis tangan.


Awalnya Fatma dijanjikan tidak perlu membayar setelah dilakukan pemeriksaan. Namun setelah pemeriksaan selesai, Dedek memaksa korban untuk membayar.


Saat itu, keduanya saling adu mulut karena Fatma menolak membayar, sehingga suasana semakin memanas.


Kapolsek Gayamsari, Kompol Juara Silalahi mengatakan, korban menolak saat pelaku meminta uang jasa pemeriksaan. Antara korban dan pelaku kemudian terlibat adu mulut hingga akhirnya pelaku memukul korban.


“Pelaku emosi kemudian memukul korban,” kata Juara di Mapolsek Gayamsari, Semarang, Minggu (03/08/2014) malam.


Saat itu korban berusaha melawan dan lari menuju kamar. Tidak tinggal diam, pelaku membuntuti korban ke kamar. Di dalam kamar, korban mengambil gunting dan menyabetkannya ke arah pelaku hingga mengenai jari pelaku.


Keduanya saling berebut gunting hingga akhirnya benda tajam itu berada di tangan pelaku. Saat itulah pelaku dengan kalap menusuk-nusukkan gunting ke leher korban.


“Pelaku mengejar ke kamar. Korban sempat melukai tangan pelaku,” pungkasnya.


Setelah mengetahui korban tidak bernyawa, pelaku mencuci tangannya di kamar mandi kemudian kembali ke kantor menggunakan angkutan umum. Setelah sempat kembali ke kantor, pelaku kemudian memeriksakan lukanya ke RSUD Ketileng Semarang.


Ketika periksa di rumah sakit itulah pelaku dibekuk Unit Reskrim Polsek Gayamsari yang dipimpin Kanit Reskrim Gayamsari, AKP Suharto. Pelaku sempat berusaha melarikan diri hingga harus menerima timah panas di kakinya.


“Kami juga mengamankan rekan pelaku berinisial RM. Selain itu motif pasti pembunuhan masih terus kami dalami,” pungkas Kapolsek.@yuwana


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment