LENSAINDONESIA.COM: Perempuan berjilbab yang menyebut Prabowo sebagai titisan Allah SWT dalam pidatonya di Rumah Polonia saat Halal Bihalal, dr Nurcahaya Tandang, S.IP, SH, M.si, ternyata pernah menjabat sejumlah posisi penting dalam berbagai organisasi dan struktur pemerintahan.
Nurcahaya (50) asli kelahiran Pare-Pare, Sulawesi Selatan dan tinggal di kawasan Tangerang Selatan ini pernah menjadi Kepala Bidang Penelusuran Pemuda Kemenpora, Widyaiswara Departemen Pertahanan RI, Instruktur HAM Polri, Wakil Sekjen Pimpinan Kolektif Majelis Nasional (PKMN) KAHMI, Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Andi Negara (STIPAN), Universitas Al-Azhar Jakarta dan Sekolah Tinggi Intelijen Negara.
Baca juga: Keterlaluan, Relawan Prajanusa sebut Prabowo titisan Allah SWT dan Kejati Jatim tanggapi politik uang relawan Prabowo di Tulungagung
Bahkan Nurcahaya yang juga pernah menjabat Ketua Umum DPN Srikandi Gerindra ini pernah menjadi Anggota Dewan Pakar Majelis Pengurus Pusat (MPP) Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI).
Anehnya, dengan berbagai disiplin ilmu yang pernah didapat dan jabatan yang pernah disandangnya, Nurcahaya mengucapkan hal aneh dalam pidatonya saat memberikan dukungan terhadap Prabowo dengan menyebut alasan mendukung Prabowo dalam Pilpres 2014 sebagai jihad dan Prabowo adalah `Titisan Allah SWT`.
Seperti diberitakan Lensa Indonesia, sebuah video Relawan Prajanusa, pendukung Prabowo-Hatta dalam Pilpres 2014, yang diunggah di You Tube bisa jadi akan memanaskan seluruh umat muslim di Indonesia dan dunia.
Dalam video yang diunggah Relawan Prajanusa berjudul `Pidato Nurcahaya Tandang pada Halal Bihalal Prabowo Hatta di Rumah Polonia” itu ada kejanggalan setelah perempuan bernama Nurcahaya yang berorasi dalam pidatonya menyebut Prabowo sebagai titisan Allah SWT.
Nurcahaya yang dikenal sebagai pendukung Prabowo dari Sulawesi Selatan mengawali pidatonya dengan mengucapkan Assalamualaikum, Syalom dan Om Swastiastu. Dengan berapi-api, Nurcahaya mengungkapkan tuntutan kepada MK agar memenangkan Prabowo-Hatta dalam Pilpres 2014.
Namun kejanggalan terjadi di pertengahan pidato saat Nurcahaya menyebut kenapa mereka harus mendukung Prabowo. Wanita berjilbab ini mengaku mendukung Prabowo sebagai jihad. Bahkan saking bersemangatnya, pada menit 3 lewat 48 detik, Nurcahaya malah menyebut Prabowo sebagai titisan Allah SWT. “Bukan cuma jihad nasionalisme, kita tidak hanya mendukung bapak Prabowo, tetapi visi besar pak Prabowo sebagai titisan Allah SWT,” ujarnya berapi-api.
Video yang memutar pidato Nurcahaya ini berakhir setelah 6 menit 41 detik. Dalam bagian penjelasan tertulis video diterbitkan 3 Agustus 2014. @andiono
0 comments:
Post a Comment