LENSAINDONESIA.COM: Keberadaan kelompok pergerakan militan Negara Islam Irak dan Suriah atau yang dikenal dengan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dinilai telah meresahkan warga Indonesia. Di Jawa Timur, kelompok ini disebut-sebut sudah berhasil masuk ke beberapa daerah dan mempengaruhi warga untuk menjadi anggotanya.
Menanggapi hal itu, Pemprov Jawa Timur menyatakan akan mengambil tindakan tegas. Salah satunya dengan cara mengumpulkan para kiai, tokoh masyarakat serta Forpimda se-Jatim untuk mendengarkan aspirasi dari pihak bawah.
Baca juga: Polda Jatim pastikan ISIS belum masuk Jawa Timur dan ISIS sukses pengaruhi 56 warga Indonesia untuk bergabung
“Jadi nanti diputuskan apa langkah yang diambil untuk hal ini (ISIS). Kami akan bertemu dengan banyak tokoh, kiai, saya, Wagub dan seluruh jajaran Forpimda pada Kamis, 7 Agustus jam 10.00 di Grahadi (Gedung Negara Grahadi Surabaya),” ungkap Gubernur Jawa Timur, Soekarwo kepada LICOM, Selasa (05/08/2014).
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Pakde Karwo ini menjelaskan, pertemuan dengan banyak pihak itu bertujuan untuk menjaring aspirasi soal ISIS. “Kami dan Forpimda (forum pimpinan daerah) yang telah disumpah untuk melindungi keutuhan NKRI jelas sikapnya, kalau garisnya menggangu NKRI dan Pancasila itu tidak boleh. Kita akan ambil langkah konkrit yang resmi ya tanggal 7 Agustus nanti,” kata dia.
Disisi lain, pihaknya juga mengimbau agar seluruh masyarakat Jatim untuk mengikuti imbauan pemerintah pusat yang secara tegas melarang siapapun warga negara Indonesia untuk mengikuti paham radikal tersebut.
“Imbauan dari Menkopolhukam dan Wakapolri sudah dinyatakan siapa saja tidak boleh mengikutinya (ISIS). Siapapun yang mengganggu NKRI dan ideologi negara, itu adalah musuh negara. Karenanya saya harapkan seluruh warga Jawa Timur untuk mengikuti imbauan itu sebelum tanggal 7 Agustus,” serunya.
Diketahui, kelompok yang mengatasnamakan Islam radikal ini sudah mulai berani terang-terangan untuk mempengaruhi setiap orang di negara manapun agar menjadi anggotanya, termasuk di Indonesia.
Sebelumnya, Jenderal Sutarman, Kapolri menyebut pihaknya mengidentifikasi 56 warga negara Indonesia (WNI) berangkat ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS.
Jika diruntut, ISIS ternyata adalah organisasi bentukan dari kerjasama intelijen tiga negara, yakni Amerika Serikat, Israel dan Inggris. Hal itu diungkapkan salah satu mantan pegawai Badan Keamanan Nasional (NSA) Amerika Serikat, Edward Snowden.@sarifa
0 comments:
Post a Comment