LENSAINDONESIA.COM: Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan kembali mengaktifkan bantuan sosial (Bansos) dan hibah untuk masyarakat. Hal ini sempat dihentikan karena adanya Pilpres 2014 pada Juli lalu.
Soekarwo, Gubernur Jatim mengaku merasa perlu untuk segera menyalurkan dana tersebut meskipun tahapan Pilpres 2014 masih belum tuntas sepenuhnya menyusul ada gugatan salah satu Capres ke Mahkamah Konstitusi (MK). “Kami rencanakan Bansos dan Hibah akan digulirkan. Pilpres 2014 kan tinggal beberapa tahapan saja dan kami yakin ini akan secepatnya selesai,” ujarnya di Surabaya, kemarin.
Baca juga: Emosi Ketua KONI Surabaya malah semangati penyidik Kejati Jatim dan Kejati Jatim tak kunjung panggil saksi kunci dana hibah Pemkot
Saat ini dana Bansos dan Hibah belum bisa langsung dicairkan dalam bulan Agustus karena Pemprov masih menyiapkan seluruh perangkat hukumnya setelah Pilpres 2014 selesai.
Karena itu pihaknya menargetkan kedua dana yang dibutuhkan masyarakat Jatim itu akan segera disalurkan paling cepat pada September mendatang. “Kalau sekarang saya harus siapkan payung hukumnya agar tidak muncul masalah hukum di kemudian hari,” Soekarwo.
Aturan akan dituangkan dalam surat edaran (SE) dan nantinya akan dilaporkan ke pemerintah pusat serta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Ini perlu dilakukan agar semuanya legal,” imbuh Soekarwo.
Seperti diketahui, pemerintah bersama KPK meminta seluruh pemerintah provinsi, kabupaten dan kota untuk menghentikan sementara penyaluran dana Bansos dan Hibah selama Pilpres 2014 berlangsung untuk mencegah munculnya dugaan money politic. @sarifa
0 comments:
Post a Comment