Saturday, August 9, 2014

Tim transisi picu pendukung berbalik serang Jokowi, jangan dientengkan!

Tim transisi picu pendukung berbalik serang Jokowi, jangan dientengkan!




LENSAINDONESIA.COM: Pembentukan Tim Transisi rezim Jokowi yang diisi orang-orang tertentu dan meninggalkan partai pendukung seperti PKB, Hanura, dan PKPI, terus mengundang polemik. Jokowi sebagai Presiden terpilih tidak mengakomodir kekuatan politik yang mendukungnya saat Pilpres 9 Juli 2014, dinilai, bisa jadi awal pemantik perpecahan kubu partai pendukung Jokowi ke depan.


“Kontroversi yang dibuat Jokowi adalah tidak mengakomodir kekuatan politik yang mendukung Jokowi -JK. Jadi, kelima Deputi dan Kepala Transisi, tidak mewakili kelompok partai yang menurut saya penting. Bagaimana pun juga partai yang mendukung Jokowi-JK harus dilibatkan,” kata Pengamat Politik dari Polcom Institute, Heri Budianto kepada wartawan di Jakarta, hari ini (9/8/14).


Baca juga: Tim pemenangan Jokowi-JK klaim kemenangan di basis buruh Jatim dan Jokowi cek kebenaran quick count di Surabaya


Komposisi tim transisi yang dipilih Jokowi, Heri memaklumi, jika membuat partai politik yang pendukungnya meradang. Jika ada ketidakpuasan dari partai pendukung itu hal yang wajar. Jadi, jangan dianggap enteng.


“Kalau terjadi gejolak yang terjadi di tubuh koalisi pendukung Jokowi itu konsekuensi,” ujar Heri.


Walaupun tidak dibuka di publik, menurut Heri, Hanura, PKB, dan PKPI pasti kecewa dengan sikap politik Jokowi dalam membentuk tim transisi yang tidak mengakomodir partai pendukung.


“Walaupun tidak dibuka di publik, mereka pasti merasa ditinggalkan,” ujarnya.


Jika kondisi ini terus berlanjut hingga pembentukan kabinet, maka akan membahayakan pemerintahan Jokowi-JK nantinya. Pasalnya, beberapa partai pendukung Jokowi, bisa saja kecewa dan membelot untuk melawan Jokowi-JK di parlemen.


“Sangat berbahaya, kalau sekarang kita lihat koalisi merah putih solid di parlemen. Kalau Jokowi tidak mengakomodir partai pendukung, bisa jadi menjadi ancaman serius bagi pemerintahan Jokowi di parlemen nantinya,” tandasnya.


Heru menyarankan, mestinya Jokowi dalam pembentukan tim transisi tetap mengajak berembug beberapa partai-partai pendukung. “Harusnya partai pendukung harus tetap di akomodir, bahkan jauh lebih besar dari itu,” pungkasnya. @endang


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment