Sunday, August 10, 2014

Panglima TNI di Padepokan Iwan Fals diskusi bahaya ISIS

Panglima TNI di Padepokan Iwan Fals diskusi bahaya ISIS




LENSAINDONESIA.COM: Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko menyampaikan paparan dihadapan puluhan anggota OI (Orang Indonesia)-nya Iwan Fals dalam acara Obrolan Penting Sabtu Ini (OPSI) di rumah sang musisi legendaris Iwan Fals yang juga menjadi padepokan OI atau tempat Sekretariat Badan Pengurus Pusat OI, Jalan Leuwinanggung, Depok, Jawa Barat, Sabtu (9/8/14).


Turut hadir dalam acara tersebut, diantaranya Aster Panglima TNI Mayjen TNI Ngakan Gede Sugiartha Garjitha, S.H., Asintel Panglima TNI Laksda TNI Amri Husaini dan Kapuspen TNI Mayjen TNI M. Fuad Basya.


Baca juga: Polres Lamongan tangkap juragan ikan diduga anggota ISIS dan Anggota ISIS asal Malang tewas akibat bom bunuh diri


Dalam kesempatan itu, Jenderal TNI Moeldoko mengapresiasi berbagai karya yang diciptakan Iwan Fals. Pasalnya, banyak lagu-lagunya berisi lirik yang peduli dengan semangat nasionalisme dan cinta lingkungan. “Iwan Fals musisi yang peduli dengan bangsa dan memiliki semangat terhadap pemeliharaan bumi dan nasionalisme,” katanya.


Jenderal TNI Moeldoko mencontohkan, lagu berjudul ‘Kemesraan’ yang selalu diputar para prajurit ketika selesai menjalani kedinasan atau penugasan. Karena itu, Jenderal TNI Moeldoko tidak segan-segan menjuluki Iwan Fals sebagai empunya dunia musik Indonesia. Musik merupakan seni yang dapat membangun citra di dunia internasional. Melalui musik beliau mampu membawa kesejukan dan kebaikan bagi negeri.


Panglima TNI juga memaparkan tentang keberadaan Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS). Menurutnya, ISIS sama sekali tidak boleh berkembang lantaran berbeda ideologi dengan ideologi Indonesia, yaitu Pancasila. “Yang penting kami samakan dulu ideologinya, kalau berbeda, ISIS tidak boleh berkembang di Indonesia karena berbeda ideologi,” ujar Jenderal TNI Moeldoko.


Jenderal TNI Moeldoko menegaskan bahwa TNI akan melakukan pembinaan kepada masyarakat untuk melakukan tindakan preventif. Hal ini menurutnya sebagai langkah guna mencegah adanya perpecahan dalam negeri. “TNI harus melakukan pembinaan karena banyak masyarakat yang terjerumus. TNI juga akan melakukan penjelasan ke pesantren-pesantren untuk melakukan tindakan preventif supaya tidak ada tindakan represif,” katanya.


Terkait adanya pengaruh ISIS yang datang dari luar, Panglima TNI mengaku pihaknya sudah memonitor setiap pergerakan ISIS yang masuk maupun keluar. Apabila ISIS melakukan tindakan mengancam, TNI siap untuk pasang badan. “Kami sudah memonitor dan mengikuti gerakan ISIS dari luar maupun dari dalam, kalau mereka macam-macam ya kami sikat,” kata Jenderal TNI Moeldoko. @09-licom


Autentikasi :

Kadispenum Puspen TNI, Kolonel Inf Bernardus Robert


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment