LENSAINDONESIA.COM: Mengubah mindset kalangan pengusaha muda yang setiap merayakan hari ulang tahun identik dengan pesta ala gaya hidup hedonis atau hura-hura, Bahlil Lahadalia, calon Orang nomor satu HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indionesia) menawarkan gagasan dengan pola perayaan yang lebih bermanfaat seperti menggelar acara diskusi, sarasehan, atau yang berorientasi sosial lainnya.
“Ulang Tahun bukan momen yang tepat lagi untuk kita menghamburkan uang dalam waktu satu malam. Lebih baik kita mengadakan diskusi yang berguna untuk masyarakat,” katanya di sela-sela diskusi publik bertemakan “Pengusaha Muda dan Peranannya” di markasnya, Jakarta Selatan, Kamis (7/8/14).
Baca juga: HIPMI: Siapa bilang Jakarta tidak butuh pendatang? dan Tingkatkan daya beli, HIPMI minta pemerintah turunkan bunga pinjaman
Bahlil memang tidak sekadar berwacana terkait gagasannya. Dia mempraktikkan idenya itu dengan menggelar diskusi tersebut di hari ulang tahunnya ke-38. Dalam diskusi itu, Bahlil membuktikan bukan hanya sekadar apresiasi bernilai perayaan, namun sekaligus bisa menyampaikan pikiran-pikiran sebagai pengusaha muda.
Dia juga menjadikan acara Ultah itu seolah jadi ajang Curhat mewakili aspirasi pengusaha muda di tanah air. Menurutnya, pemerintah sudah seharusnya memfasilitas untuk memajukan para pengusaha muda seperti permodalan dan bantuan untuk mempermudah pembuatan badan usaha.
“Kita harus akui bahwa belum ada sandaran pengusaha muda untuk lebih berani dikenal di masyarakat. Mereka banyak terhalang modal dan birkorasi,” katanya.
Mencermati kesulitan-kesulitan yang dialami pengusaha muda baru, Bahlil yang kini sebagai Ketua BPP HIPMI Bidang Infrastruktur dan Properti ini berjanji nantinya ia akan memelopori turut memfasilitasi pengusaha muda itu dengan progran-program HIPMI.
“HIPMI harus menjadi salah satu solusi bagi pengusaha muda. Program HIPMI Perguruan Tinggi harus jalan dan bisa memfasilitasi mereka,” katanya.
Bahlil juga menegaskan bahwa dirinya dan teman-temannya di organisasi kepemudaan akan terus mendorong pengusaha muda memiliki brand produk yang bisa dibanggakan terhadap masyarakat.
“Setiap pengusaha harus memiliki brand produk yang bisa ditonjolkan ke publik. Bagaimana bisa diakui? Nah itu perlu jembatan, jembatan tersebut yaityu HIPMI, ” pungkasnya. @yuanto
0 comments:
Post a Comment