Thursday, August 7, 2014

HIPMI imbau masyarakat hindari bisnis investasi tanpa izin OJK

HIPMI imbau masyarakat hindari bisnis investasi tanpa izin OJK




LENSAINDONESIA.COM: Calon Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bahlil Lahadalia mengimbau masyarakat agar mewaspadai bisnis investasi yang tidak dalam pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Terlebih saat ini banyak masyarakat yang telah bergabung dengan Mavrodi Mondial Moneybox (MMM).


“Masyarakat harus jeli melihat peluang investasi. Mana investasi yang aman dan mana yang bodong harus dibedakan,” tegas Bahlil kepada Licom, Jakarta, Kamis (07/08/2014).


Baca juga: OJK: MMM bukan lembaga keuangan dan Tingkatkan daya beli, HIPMI minta pemerintah turunkan bunga pinjaman


Menurut Bahlil yang kini menjabat sebagai Ketua BPP HIPMI Bidang Infrastruktur dan Properti ini menilai bahwa MMM ini memang tidak memiliki izin dari OJK.


“Masyarakat harus menanyakan kepada pihak terkait apakah memiliki izin dari OJK atau tidak. Jika tak memiliki izin, maka produk tersebut tak diawasi,” katanya.


Bahlil menyatakan memang tidak hanya MMM yang marak hadir di tengah-tengah masyarakat. Ada beberapa jenis investasi lain yang sejenis MMM, yang izin usaha maupun produknya juga masih dipertanyakan.


Saat ditemui di posko pemenangan HIPMI di Jakarta Selatan, Bahlil menghimbau masyarakat agar tidak tergiur dengan imbalan 30 persennya.


“Itu hanya di awal-awal saja kita untung, jika sudah lama kelamaan pasti akan merugikan masyarakat yang berinvestasi disana karena bukan lembaga keuangan yang jelas dan tidak memiliki izin,” tutup Bahlil.


Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Eksekutif Edukasi dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kusumaningtuti S Soetiono mengatakan, MMM yang saat ini menjadi idola masyarakat untuk berininvestasi dan membantu sesama, bukan merupakan lembaga keuangan. Hal itu karena tidak diatur dan tidak pula memiliki izin OJK.


Oleh sebab itu, kata Kusumaningtuti mengatakan, MMM tidak dalam pengawasan OJK.@yuanto


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment