Sunday, September 21, 2014

Apkasi galau problem kematian bayi dan kurang gizi di daerah

Apkasi galau problem kematian bayi dan kurang gizi di daerah



LENSAINDONESIA.COM: Ketua Umum Apkasi (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia), Ir. H. Isran Noor, MSi, mengatakan pembangunan kesehatan di daerah-daerah di Indonesia masih dihadapkan pada berbagai masalah klasik yang justru kian besar

dan berat. Ini ditandai masih tingginya angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB), meningkatnya prevalensi kurang gizi dan meningkatnya prevalensi PTM.


“Seperti sama-sama kita pahami bahwa urusan kesehatan adalah salah satu urusan wajib pemerintah. Urusan ini sangat penting artinya, karena derajat kesehatan merupakan salah satu indikator kemajuan daerah,” kata Irsan Noor kepada LICOM di Jakarta, beberapa waktu lalu.


Baca juga: Persalinan normal butuh peran Oksitoksin dan Ibu hamil aman, RS Pondok Indah lengkapi MRI 3 Tesla Skyra


Berdasarkan data dari WHO, pada tahun 2009 jumlah kematian di dunia mencapai 58 juta orang, dan 35 juta orang atau 80% terjadi di negara berkembang termasuk Indonesia. Sedangkan berdasarkan SDKI 2012, angka AKI yang awalnya adalah 228 jiwa per 100.000

kelahiran hidup. Ditargetkan menjadi 118 jiwa per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2014.


Namun kenyataannya, pada tahun 2012 malah meningkat menjadi 359 jiwa per 100.000 kelahiran hidup.


Angka Kematian Bayi yang awalnya adalah 34 jiwa per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2012 ditargetkan menjadi 24 jiwa per 1000 kelahiran hidup tahun 2014, tetapi kenyataannya pada tahun 2012 hanya menurun menjadi 32 jiwa per 1000 kelahiran hidup.


Selanjutnya, Irsan juga menyinggung saat ini banyak dijumpai dan cenderung meningkat penyakit karena gaya hidup seseorang seiring dengan kemajuan suatu daerah.


Dari tahun 2007 ke 2013,contohnya, terjadi peningkatan prevalensi Diabetes Mellitus (kencing manis) dari 1,1% menjadi 2,1%, Hipertensi (tekanan darah tinggi) 25,8% menjadi 31,7%, Stroke dari 8,3% menjadi 12,7%, Obesitas (kegemukan) pada laki-laki 13,9% menjadi 26,6%, dan Obesitas pada perempuan 14,8% menjadi 32,9%.


“Dahulu mana ada orang kena penyakit kencing manis, hipertensi, stroke karena di daerah masih alami, udaranya segar, tidak ada polusi dan makanan yang dikonsumsi terjaga,” kata Irsan.


Para bupati se-Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) pekan lalu, menggelar lokakarya nasional bertajuk “Peran Sistem Kesehatan Daerah yang Terintegrasi dalam Era Jaminan Kesehatan Nasional utk Memperkuat Azas-Azas Ketahanan Nasional Indonesia”. Lokakarya bekerjasama dengan Kementerian Koordinator BidangKesejahteraan Rakyat, BKKBN dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). @rudi_purwoko


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment